kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

Pertamina Geothermal (PGEO) Siapkan Listrik Panas Bumi untuk Green Data Center


Senin, 07 September 2026 / 22:02 WIB
Pertamina Geothermal (PGEO) Siapkan Listrik Panas Bumi untuk Green Data Center
ILUSTRASI. PGEO Tajak Sumur Eksplorasi PLTP Lumut Balai Unit 3, Target Tambah Kapasitas 55 MW (Dok/PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) )


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyiapkan pasokan listrik baseload dari energi panas bumi untuk mendukung pengembangan green data center dan ekosistem kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi Beyond Electricity PGEO, yang memperluas pemanfaatan panas bumi di luar pembangkitan listrik.

Strategi ini mencakup pengembangan green data center, green hydrogen, pemanfaatan langsung uap panas bumi, serta layanan teknologi dan laboratorium.

Direktur Utama PGEO, Ahmad Yani bilang kebutuhan pusat data dan AI factory membutuhkan pasokan listrik yang stabil selama 24 jam sekaligus rendah emisi sehingga panas bumi berpotensi menjadi sumber listrik untuk green data center.

“Panas bumi merupakan energi domestik yang bersih dan mampu beroperasi sebagai baseload sepanjang waktu sehingga sangat cocok menjadi tulang punggung green data centre di Indonesia,” jelasnya dalam keterbukaan informasi, Senin (7/9/2026). 

Baca Juga: Laba Semester I-2026 Naik 15%, Begini Prospek Pertamina Geothermal Energy (PGEO)

Sebagai langkah awal, PGEO telah melakukan kajian pengembangan elektrifikasi green data center berbasis energi panas bumi di Area Kamojang, Jawa Barat. Proyek tersebut dirancang sebagai pilot project dan proof of concept untuk menguji model bisnis, kebutuhan calon pengguna, serta kesiapan pasar.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, PGEO memerlukan sejumlah dukungan, antara lain penyempurnaan regulasi tarif agar lebih kompetitif dan transparan, perluasan insentif fiskal dan green financing, serta sinkronisasi WKP, RUPTL, jaringan, PPA dan target COD.

Dari sisi kapasitas, PGEO menargetkan kapasitas terpasang tumbuh secara bertahap menjadi sekitar 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan sekitar 1,8 GW pada 2034. Pengembangan tersebut akan ditopang portofolio sumber daya panas bumi sekitar 3 GW.

Baca Juga: Pertamina Geothermal (PGEO) Raih Pinjaman Jumbo untuk Panas Bumi, Ini Catatan Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×