kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Permintaan CPO India diproyeksikan naik


Kamis, 09 Januari 2014 / 06:19 WIB
ILUSTRASI. Hingga Rabu (17/8) ada tambahan 5.253 kasus baru corona dengan 53.132 kasus aktif. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Bloomberg | Editor: Asnil Amri

MUMBAI. Impor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) oleh India kemungkinan naik untuk bulan kedua, setelah produksi kedelai India tertunda akibat penurunan harga.

Survei yang dilakukan Bloomberg menyebutkan, pengiriman minyak mentah dan olahan utama CPO itu naik 4,4% menjadi 800.000 metrik ton Desember 2013 dari posisi bulan yang sama tahun 2012 sebanyak 766.093 ton.

Total impor minyak nabati untuk industri  itu naik 11% menjadi 1 juta . India diperkirakan akan mengimpor lebih banyak CPO untuk minyak goreng karena naiknya pendapatan dan naiknya populasi penduduk.

Kenaikan permintaan dari India bisa mengurangi stok minyak sawit di Indonesia dan Malaysia, produsen terbesar CPO dunia. Kenaikan permintaan itu juga bisa membantu harga CPO di Kuala Lumpur.

"Produksi kedelai di dalam negeri lebih rendah dari ekspektasi, petani menahan panen karena mereka tidak senang dengan harga," kata Pradip Desai, direktur Palmtrade Services Pvt  Ltd di Mumbai . 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×