kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Permintaan CPO India diproyeksikan naik


Kamis, 09 Januari 2014 / 06:19 WIB
ILUSTRASI. Hingga Rabu (17/8) ada tambahan 5.253 kasus baru corona dengan 53.132 kasus aktif. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Bloomberg | Editor: Asnil Amri

MUMBAI. Impor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) oleh India kemungkinan naik untuk bulan kedua, setelah produksi kedelai India tertunda akibat penurunan harga.

Survei yang dilakukan Bloomberg menyebutkan, pengiriman minyak mentah dan olahan utama CPO itu naik 4,4% menjadi 800.000 metrik ton Desember 2013 dari posisi bulan yang sama tahun 2012 sebanyak 766.093 ton.

Total impor minyak nabati untuk industri  itu naik 11% menjadi 1 juta . India diperkirakan akan mengimpor lebih banyak CPO untuk minyak goreng karena naiknya pendapatan dan naiknya populasi penduduk.

Kenaikan permintaan dari India bisa mengurangi stok minyak sawit di Indonesia dan Malaysia, produsen terbesar CPO dunia. Kenaikan permintaan itu juga bisa membantu harga CPO di Kuala Lumpur.

"Produksi kedelai di dalam negeri lebih rendah dari ekspektasi, petani menahan panen karena mereka tidak senang dengan harga," kata Pradip Desai, direktur Palmtrade Services Pvt  Ltd di Mumbai . 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×