kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Perang dagang reda, bursa Wall Street kembali cetak rekor tinggi


Sabtu, 21 Desember 2019 / 06:18 WIB
ILUSTRASI. Pohon Natal terlihat di luar gedung Bursa Efek New York. Bursa saham Wall Street kembali mencapai rekor penutupan tertinggi pada Jumat (20/12).


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Wall Street kembali mencapai rekor penutupan tertinggi pada Jumat (20/12). Indeks S&P 500 juga mencatat kenaikan persentase mingguan terbesar sejak awal September 2019 setelah data menunjukkan peningkatan belanja konsumen dan investor optimistis tentang perkembangan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.

Presiden AS Donald Trump mengklaim kemajuan dalam isu-isu perdagangan setelah berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Ini menghilangkan kekhawatiran akan eskalasi lain dalam perang dagang antara kedua negara.

Baca Juga: IHSG diprediksi masih akan melanjutkan penguatan pada pekan depan

Jumat (20/12), indeks Dow Jones Industrial Average naik 78,13 poin atau 0,28% menjadi 28.455,09, indeks S&P 500 naik 15,85 poin atau 0,49% ke 3.221,22. Sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat 37,74 poin atau 0,42% menjadi 8.924,96.

Indeks S&P 500 juga mencapai level tertinggi intraday ketujuh berturut-turut ke rekor tertinggi harian intraday sejak Oktober 2017. Sementara indeks Nasdaq naik untuk sesi kedelapan berturut-turut.

"Saat ini cenderung menjadi penarik bagi pasar," kata Walter Todd, kepala investasi di Greenwood Capital Associates di Greenwood, Carolina Selatan, yang membantu mengelola dana sekitar US$ 950 juta seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Saham perusahaan teknologi China melejit terdorong meredanya tensi perang dagang




TERBARU

[X]
×