kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Perak Sentuh US$ 94 per ons troi, Mengapa Logam Ini Jadi Primadona Baru?


Senin, 19 Januari 2026 / 08:35 WIB
Perak Sentuh US$ 94 per ons troi, Mengapa Logam Ini Jadi Primadona Baru?
ILUSTRASI. HARGA PERAK (REUTERS/Hollie Adams)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga perak melonjak lebih dari 4% menuju US$ 94 per ons pada hari Senin (19/1). Harga perak mengekor emas mencapai rekor tertinggi baru setelah Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru pada delapan negara Eropa. Ini dalam upaya untuk menguasai Greenland, sehingga meningkatkan permintaan aset safe-haven. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Senin (19/1), para pemimpin Eropa tengah membahas potensi tindakan balasan, termasuk menghidupkan kembali rencana tahun lalu untuk mengenakan tarif pada barang-barang AS. 

Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron dilaporkan menyerukan kepada para pemimpin lainnya untuk mengaktifkan instrumen anti-paksaan Uni Eropa. 

Baca Juga: Ancaman Greenland: Emas Sentuh Rekor, Imbas Perang Dagang Makin Nyata

Sementara itu, logam mulia ini berada di bawah tekanan selama dua sesi terakhir setelah pemerintahan Trump memutuskan untuk tidak mengenakan tarif pada mineral penting, termasuk perak. Komoditas ini ditambahkan ke daftar mineral penting AS tahun lalu karena peran kuncinya dalam teknologi energi hijau dan elektronik. 

Defisit pasokan struktural juga menjadikan perak sebagai aset penting, dengan pasar London mengalami tekanan selama setahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×