kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Ancaman Greenland: Emas Sentuh Rekor, Imbas Perang Dagang Makin Nyata


Senin, 19 Januari 2026 / 08:15 WIB
Ancaman Greenland: Emas Sentuh Rekor, Imbas Perang Dagang Makin Nyata
ILUSTRASI. GLOBAL-PRECIOUS/ (REUTERS/Angelika Warmuth)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik lebih dari 1% menjadi di atas US$ 4.670 per ons troi pada hari Senin (19/1). Harga emas kembali mencapai rekor tertinggi karena investor berbondong-bondong ke aset safe-haven setelah pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang tarif baru terhadap negara-negara Eropa. 

Pada hari Sabtu lalu, Trump mengatakan dia akan mengenakan tarif 10% pada barang-barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari karena penentangan mereka terhadap kendali Amerika atas Greenland. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Senin (19/1), tarif tersebut dapat naik menjadi 25% pada 1 Juni jika tidak tercapai kesepakatan tentang "pembelian Greenland secara lengkap dan total." Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran di seluruh Eropa. 

Para pemimpin Eropa diperkirakan akan mengadakan pertemuan darurat dalam beberapa hari mendatang untuk membahas kemungkinan tindakan balasan, termasuk pengenaan bea masuk pada barang-barang AS senilai € 93 miliar. 

Emas batangan telah berada pada lintasan kenaikan yang kuat tahun ini setelah kinerja yang solid pada tahun 2025, didukung oleh ketidakstabilan politik di Venezuela, kekhawatiran baru tentang independensi Federal Reserve, dan ekspektasi penurunan suku bunga AS lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×