kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

ORI030 Tawarkan Kupon Hingga 7%, Ekonom: Masih Kompetitif di Tengah Gejolak Pasar


Selasa, 07 Juli 2026 / 16:02 WIB
ORI030 Tawarkan Kupon Hingga 7%, Ekonom: Masih Kompetitif di Tengah Gejolak Pasar
ILUSTRASI. ORI030 tawarkan kupon tetap hingga 7%, jaminan pemerintah, dan dapat diperdagangkan.(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali menawarkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 pada periode 6 Juli hingga 30 Juli 2026. Instrumen investasi ini menawarkan kupon tetap sebesar 6,90% untuk tenor tiga tahun dan 7,00% untuk tenor enam tahun, dengan target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel mencapai Rp 20 triliun.

Di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah, tingginya tingkat imbal hasil (yield), serta kenaikan inflasi, ORI030 dinilai tetap memiliki daya tarik bagi investor ritel.

Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai karakteristik ORI030 memberikan kombinasi antara kepastian pendapatan dan fleksibilitas investasi yang sulit ditandingi instrumen ritel lainnya.

Menurutnya, kupon tetap yang ditawarkan ORI030 memberikan kepastian arus kas bulanan bagi investor. Selain itu, instrumen ini dijamin pemerintah, dapat dibeli mulai dari Rp 1 juta, serta dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati masa minimum holding period.

Baca Juga: Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 23,01 Triliun pada Mei 2026

Lebih Fleksibel Dibanding SBR dan ST

"Karakteristik tersebut membuat ORI lebih fleksibel dibandingkan Savings Bond Ritel (SBR) maupun Sukuk Tabungan (ST) yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder," ujar Syafruddin kepada Kontan, Senin (6/7/2026).

Dari sisi persaingan dengan deposito perbankan, Syafruddin menilai ORI030 masih lebih menarik apabila dibandingkan dengan deposito yang mengacu pada tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Ia menjelaskan, tingkat bunga penjaminan LPS untuk periode Juli–September 2026 berada di level 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum, jauh di bawah kupon ORI030 yang mencapai 6,90% hingga 7,00%.

Meski demikian, Syafruddin mengakui deposito dengan nominal besar atau negotiated deposit masih mampu bersaing dari sisi tingkat bunga. Berdasarkan data pasar uang, suku bunga deposito rupiah tenor satu bulan berada di kisaran 6,75%–6,95%, tenor tiga bulan sekitar 7,00%–7,20%, tenor enam bulan 7,20%–7,40%, dan tenor satu tahun berkisar 7,50%–7,70%.

Baca Juga: BEI Usulkan Perubahan Aturan Papan Pemantauan Khusus, Ini Tujuannya bagi Investor

Namun, menurutnya, deposito belum tentu memiliki keunggulan yang ditawarkan ORI030, seperti jaminan langsung dari pemerintah, kepastian perlakuan pajak, serta kemudahan untuk diperjualbelikan di pasar sekunder.

Selain itu, dibandingkan dengan Surat Berharga Negara (SBN) yang telah diperdagangkan di pasar sekunder, ORI030 dinilai lebih menarik bagi investor ritel yang menginginkan kupon tetap serta proses pembelian yang sederhana melalui pasar perdana.

Sementara itu, bagi investor yang telah berpengalaman, peluang memperoleh imbal hasil lebih tinggi maupun potensi capital gain masih dapat ditemukan di pasar sekunder apabila terdapat seri SBN dengan tingkat yield yang lebih menarik.

Didukung Kondisi Pasar dan BI Rate

Senada, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai daya tarik ORI030 tidak hanya berasal dari besaran kupon yang ditawarkan, tetapi juga didukung oleh kondisi pasar saat ini.

Baca Juga: MSCI Tetap Bekukan Saham Indonesia dalam Index Review Agustus 2026, Begini Dampaknya

Yusuf menjelaskan, kenaikan kupon ORI030 merupakan konsekuensi dari meningkatnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang telah mencapai 5,75% sepanjang 2026. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan biaya pendanaan pemerintah dalam menerbitkan surat utang.

Meski demikian, Yusuf mengingatkan bahwa jika dibandingkan dengan sejumlah instrumen di pasar obligasi maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), ORI030 tidak selalu menawarkan tingkat imbal hasil tertinggi.

Ia menjelaskan, kondisi kurva imbal hasil (yield curve) yang saat ini terbalik membuat yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor pendek maupun SRBI berada di atas kupon ORI030.

Namun demikian, menurut Yusuf, ORI030 tetap memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya kompetitif di segmen investor ritel, terutama melalui skema kupon tetap hingga jatuh tempo, pembayaran kupon setiap bulan, jaminan penuh dari pemerintah, serta tarif pajak yang lebih rendah.

"Bagi investor ritel yang tidak memiliki akses langsung ke SRBI, kombinasi keunggulan tersebut masih membuat ORI030 menjadi instrumen yang sangat kompetitif," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×