kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45854,83   -7,61   -0.88%
  • EMAS917.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penjualan emiten Grup MAP terkikis, simak prospek sahamnya


Senin, 17 Mei 2021 / 20:16 WIB
Penjualan emiten Grup MAP terkikis, simak prospek sahamnya
ILUSTRASI. Grup Mitra Adiperkasa (MAP) membukukan pendapatan yang menurun pada tiga bulan pertama tahun 2021.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grup Mitra Adiperkasa (MAP) membukukan pendapatan yang menurun pada tiga bulan pertama tahun 2021. Tiga perusahaan Grup MAP yang tercatat di bursa mengalami penurunan pendapatan antara 8% hingga 18% dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu. 

Tiga emiten ini adalah PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan induknya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Mengutip laporan keuangannya, pendapatan MAPB melorot 18,62% year on year (yoy) menjadi Rp 551,64 miliar.

Sementara, pendapatan MAPA terkikis 13,12% yoy menjadi Rp 1,28 triliun. Adapun MAPI mengalami penurunan paling minim, yakni 8,66% yoy menjadi Rp 4,31 miliar. 

Dilihat dari bottom line-nya, mayoritas emiten juga mengalami penurunan. Laba MAPA mengalami penurunan paling dalam 92,67% yoy menjadi Rp 5,07 miliar. Sementara, itu rugi bersih MAPB membengkak 48,01% yoy menjadi Rp 22,83 miliar. Padahal, pada kuartal yang sama tahun lalu MAPB menanggung rugi Rp 15,42 miliar. 

Hanya MAPI yang masih mampu mencetak pertumbuhan bottom line signifikan. MAPI mengantongi laba bersih hingga Rp 26,08 miliar atau naik drastis 222,91% yoy. 

Baca Juga: MAP Boga (MAPB) catat rugi bersih Rp 22,83 miliar di kuartal I-2021, ini penyebabnya

Analis NH Korindo Sekuritas Putu Chantika mengungkapkan, laba bersih MAPI masih mampu meningkat di tengah pendapatannya yang tertekan karena tertopang strategi manajemen yang konsisten melakukan efisiensi sejak pandemi tahun lalu. Sementara itu, pendapatan MAPI yang lebih rendah dibanding kuartal yang sama tahun 2020 dipicu oleh pengetatan PPKM pada awal bulan Januari hingga Februari 2021.

Hal tersebut, mempengaruhi kunjungan di pusat perbelanjaan. "Sejauh ini, kinerja kuartal pertama 2021 masih sejalan dengan proyeksi kami," ungkap Putu kepada Kontan.co.id, Senin (17/5). 

Adapun ke depan, diprediksi top line MAPI dapat bertumbuh hingga dua digit. Dengan catatan, program vaksinasi berjalan dengan lancar. Di sisi lain, MAPI masih akan dibayangi beberapa risiko seperti PPKM yang berkepanjangan, terlebih jika mempengaruhi jam operasional pusat perbelanjaan. Penguatan  dolar Amerika Serikat terhadap rupiah dan pengaturan persediaan barang juga turut diwaspadai. 

Untuk entitas anak MAPI, MAPA dan MAPB, kinerja yang lesu masih dipengaruhi oleh jam operasional mal. Selain itu, kekhawatiran masyarakat akan adanya lonjakan kasus Covid-19, berpotensi menghambat kinerja ketiga emiten ini nantinya. Kabar baiknya, emiten-emiten Grup MAP membukukan pertumbuhan yang positif dari sisi penjualan online. 

Baca Juga: Kinerja MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) di kuartal I-2021 loyo, ini alasannya

Sementara itu, Analis Henan Putihrai Sekuritas Silvia Loren Budiyanto mengamati, kinerja MAPI di kuartal pertama 2021 memang menarik bahkan di atas ekspektasi. Kendati pendapatannya menurun, kinerja MAPI masih dianggap baik dengan adanya dorongan hari raya Imlek dan trafik yang cenderung meningkat di bulan Februari dan Maret. 

Adapun dari sisi operasional, MAPI terlihat melakukan efisiensi dengan baik pada kuartal pertama 2021 hingga belanja operasional dapat turun 19% yoy. Bottom line-nya pun dijaga tetap positif.

"Kami lihat ini awal yang baik dan akan semakin baik di kuartal kedua 2021 dengan momen Lebaran dan kebijakan larangan mudik yang turut mendorong mobilitas terutama di Jakarta. Selain itu, kami melihat masyarakat menengah sudah semakin confident untuk spending," ujar Silvia kepada Kontan.co.id, Senin (17/5). 

Dia pun memproyeksikan sepanjang tahun 2021 ini top line MAPI bisa bertumbuh hingga 30% yoy. Sementara itu bottom line-nya bisa menyentuh Rp 636,9 miliar. 

Baca Juga: Ini penyebab kinerja MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) loyo di kuartal I-2021

Kinerja yang selaras dengan estimasi juga dialami oleh MAPA. Produk-produk sport terlihat sudah membaik, hanya saja belum sepenuhnya karena berbagai pembatasan mobilitas masyarakat. 

Sementara itu untuk MAPB, kinerjanya masih lesu tertekan aturan pembatasan dine in di tempat makan. Bahkan. di bulan Januari ada pengetatan dine in  hanya dibatasi 25% dari kapasitas maksimal. 

Walau kinerjanya masih terlihat lesu, kedua emiten itu diperkirakan akan membaik ke depannya. Mengingat tahun 2020 merupakan lower point atau titik terendah kedua emiten itu. 

"Kemudian, beberapa indikator seperti mobilitas sudah mulai pulih memang di Jakarta belum pulih sepenuhnya kemudian juga dengan adanya vaksinasi ini orang semakin percaya diri terutama kelas menengah," imbuh dia kepada Kontan.co.id, Senin (17/5). 

Baca Juga: Beban usaha turun, laba Mitra Adiperkasa (MAPI) melonjak tajam pada kuartal I-2021

Silvia mengungkapkan, pelaku pasar masih perlu mencermati perkembangan kasus Covid-19 pasca Lebaran yang dapat menjadi risiko pada pengetatan pembatasan, sehingga berpotensi mengancam kinerja ritel di kuartal ketiga 2021. 

Silvia pun menjagokan saham MAPI dengan rekomendasi buy serta target harga Rp 1.065 per saham. MAPA direkomendasikan buy dengan target harga Rp 2.700 per saham. Adapun Putu merekomendasikan saham MAPI dengan target harga Rp 975 per saham. 

Sementara secara teknikal, Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mencermati, saham MAPI masih berkonsolidasi pada tren jangka panjangnya membentuk pola symmetrical triangle dengan support pada Rp 750 dan resistance di kisaran Rp 825. 

Sementara itu, MAPA saat ini sedang menguji internal trend line setelah berhasil breakout dari downtrend. Support pada Rp 2.200 dan resistance terdekat pada Rp 2.450 per saham. Adapun MAPB pergerakannya kurang likuid, akan tetapi tapi support terdekat pada Rp 1.250-Rp 1.300 dan resistance pada Rp 1.425-Rp 1.450 per saham.

Baca Juga: Penjualan turun, MAP Boga (MAPB) catat rugi bersih Rp 22,83 miliar di kuartal I-2021

Untuk MAPI, Hendriko bilang investor dapat melakukan buy pada kisaran Rp 750 yang merupakan support untuk memperkecil risiko. Apabila turun di bawah level ini, investor disarankan cut loss terlebih dahulu karena MAPI akan berpotensi memasuki fase downtrend. "Atau investor dapat menunggu MAPI breakout dari fase konsolidasinya di level Rp 825 sehingga potensi upside lebih terlihat," ujar dia kepada Kontan.co.id, Senin (17/5). 

Untuk MAPA, investor dapat melakukan buy on weakness pada area Rp 2.200. Namun apabila masih turun ke bawah investor disarankan untuk melakukan cut loss terlebih dahulu karena MAPA berpotensi kembali ke tren menurunnya jika tembus ke bawah level ini. 

Asal tahu saja, hingga penutupan perdagangan Senin (17/5), saham MAPI berada di Rp 770 per saham, MAPA di Rp 2.280 per saham, dan MAPB di Rp 1,310 per saham. 

Baca Juga: Pendapatan turun 8,66%, laba Mitra Adiperkasa (MAPI) naik drastis di kuartal I-2021

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




[X]
×