kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Penguatan poundsterling terancam Brexit yang berlarut-larut


Selasa, 23 April 2019 / 15:18 WIB
Penguatan poundsterling terancam Brexit yang berlarut-larut


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan poundsterling terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terpantau menghijau. Akan tetapi, Brexit yang dikabarkan molor lagi masih berpeluang mengancam pairing GBP/USD.

Pada Selasa (23/4) pukul 15.18 WIB, GBP/USD menguat 0,10% ke 1,2995. Analis Monex Investindo Futures, Dini Nurhadi Yasyi menilai pergerakan GBP/USD mulai meningkat volatilitasnya karena Inggris akan memulai harinya setelah libur Paskah.

Di tengah proposal Brexit yang diputuskan untuk ditunda lagi hingga 31 Oktober nanti, muncul sejumlah isu perihal jabatan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Harian The Sunday Times memberitakan bahwa anggota senior Partai Konservatif kemungkinan akan meminta May untuk mengundurkan diri dari posisinya pada Juni mendatang. Pertimbangan tersebut berdasar pada gagalnya May mendapat dukungan dari partai oposisinya. “Tampaknya persoalan Brexit ini masih akan menjadi beban dan sentimen negatif untk pelemahan GBP/USD,” kata Dini dalam riset, Selasa (23/4).

Ia memprediksi selama harga tidak menembus ke atas level 1,3010, GBP/USD berpotensi untuk melemah menguji support terdekat di level 1,2970. Ia menegaskan, tembus level tersebut, GBP/USD berpeluang besar lanjut menguat ke area 1,2940.

Dini meramal pada perdagangan selanjutnya GBP/USD akan berada di level support, 1,2970 - 1,2940 - 1,2910. Sementara resistance berada di 1,3010 - 1,3030 - 1,3060.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×