kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Analis ini prediksikan rupiah berpotensi terkoreksi tipis pada perdagangan esok


Senin, 22 April 2019 / 18:10 WIB


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan rupiah diprediksi masih dalam tren konsolidasi pada perdagangan Selasa (23/4). Di mana, rupiah memiliki kecenderungan untuk terdepresiasi oleh sentimen eksternal.

Pada penutupan perdagangan Senin (22/4), rupiah di pasar spot berada di level Rp 14.078 per dollar Amerika Serikat (AS), melemah 0,23% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 14.045 per dollar AS.

Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengungkapkan, sebagian besar pasar keuangan Eropa, Australia dan Hong Kong masih tutup karena libur Paskah. Sehingga, pergerakan rupiah pada awal pekan ini menurutnya wajar jika ada dalam area konsolidasi.

Di satu sisi, pelaku pasar merespon positif data Amerika Serikat (AS) terkait klaim angka pengangguran yang turun, defisit perdagangan menyempit dan penjualan ritel tumbuh di atas ekspektasi pasar.

Untuk sentimen domestik, pelaku pasar masih menanti hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang diprediksi masih akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 6%.

"Itu semua jadi sentimen awal perdagangan awal pekan ini, untuk besok rupiah bisa saja mengalami depresiasi setelah beberapa hari sebelumnya cenderung menguat," kata Deddy kepada Kontan.co.id, Senin (22/4).

Ia memperkirakan, rupiah berpotensi mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (23/4) dalam rentang yang terbatas atau moderat. 

Adapun level support diperkirakan berada di Rp 14.000 per dollar AS dan untuk resistance di kisaran Rp 14.110 per dollar AS.

Menurutnya, sentimen eksternal yakni banyaknya pasar keuangan negara lain yang masih tutup, menjadi alasan rupiah berpotensi tertekan besok. "Meskipun ada beberapa pasar yang sudah buka, namun belum ada data-data yang mampu berdampak atau menggerakkan pasar besok," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×