kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Penguatan Pasar Kripto Menunggu Redanya Kenaikan Suku Bunga The Fed


Rabu, 09 November 2022 / 19:18 WIB
ILUSTRASI. Investor mengamati tabel perdagangan mata uang krypto di Jakarta, Senin (3/5). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/03/05/2021.


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek industri kripto diprediksi mulai cerah. Pelaku pasar bisa bersiap-siap untuk berburu aset digital ini. Per Oktober 2022, data Bloomberg menunjukkan harga Bitcoin dan Ether kompak naik masing-masing 5,05% dan 17,51% secara bulanan. Namun, secara year to date (YTD), keduanya anjlok 55,96% dan 95,73.

Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir mengungkapkan, sebenarnya kondisi pasar saat ini cenderung masih bergerak sideways atau datar yang menandakan investor kurang bergairah. Dimana, industri ini juga sangat bergantung kepada permintaan dan penawaran di pasaran.

"Sebenarnya tidak begitu membaik karena pada dasarnya pasar masih bergerak sideways," ucap Christopher kepada Kontan.co.id, Rabu (9/11).

Baca Juga: Aspakrindo Mengajak Masyarakat untuk Mengawal Status Aset Kripto dalam RUU P2SK

Namun, Christopher menjelaskan, kemungkinan berlanjutnya penguatan market kripto masih sangat terbuka. Mengingat, sinyal dari The Fed yang berpotensi untuk memperlambat kenaikan tingkat suku bunga.

Adapun dalam kondisi yang masih penuh ketidakpastian ekonomi seperti saat ini, strategi dollar cost averaging masihlah menjadi strategi primadona untuk menabung kripto.

Christopher bilang, hal tersebut dikarenakan apabila ditarik jangka panjang, trennya ada kecenderungan naik. Dia sendiri lebih memilih untuk tidak memecah investasi ke berbagai koin, melainkan hanya Bitcoin (BTC) saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×