kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pendapatan bisnis kesehatan LPKR tumbuh 29%


Senin, 15 Agustus 2016 / 21:08 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Divisi bisnis pelayan kesehatan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengalami pertumbuhan pendapatan signifikan sepanjang semester I 2016. Pendapatan dari bisnis tersebut tumbuh 29% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan divisi Healthcare yang ditorehkan lewat anak usahanya yakni PT Siloam Hospitals International Tbk (SILO) membukukan pendapatan Rp2,6 triliun, tumbuh 29% yoy. Tujuh rumah sakit mapan SILO memberikan kontribusi sebesar Rp 1,4 triliun atau 56% dari total pendapatan.

Pasien rawat inap Siloam tumbuh 19% sedangkan kunjungan pasien rawat jalan meningkat sebesar 21%. Dengan pembukaan rumah sakit baru, Siloam Hospitals Buton, Bau-bau dan Siloam Hospitals Samarinda pada April 2016, Siloam saat ini mengelola 23 rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur lebih dari 5.100.

Pertumbuhan pendapatan SILO mendorong pertumbuhan pendapatan LPKR 7,6% yoy meskipun lini bisnis propertinya mengalami perlambatan. Kendati pendapatannya masih tumbuh, namun laba bersih LPKR Merosot 35% akibat membengkaknya beban yang harus ditanggung.

Pendapatan LPKR tumbuh 7,6%yoy menjadi Rp5,1 triliun, untuk pertama kalinya kami mencapai Rp 5 triliun dalam periode enam bulan. Laba bersihnya tercatat Rp 497,7 miliar atau turun 35,7% dari laba bersih semester I 2015 yang tercatat sebesar Rp 775,3 miliar.

Pendapatan divisi Residential & Urban Development menurun sebesar 16% yoy menjadi Rp1,8 triliun, di mana pendapatan dari Townships naik sebesar 8% yoy menjadi Rp1,2 triliun.

Pendapatan dari Large Scale Integrated Developments turun sebesar 41% yoy menjadi Rp 610 miliar di mana pengakuan pendapatan berdasarkan persentase penyelesaian konstruksi dari Kemang Village dan St Moritz, Jakarta, turun drastis dibandingkan dengan periode semester pertama tahun 2015.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×