kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pendapatan bisnis kesehatan LPKR tumbuh 29%


Senin, 15 Agustus 2016 / 21:08 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Divisi bisnis pelayan kesehatan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengalami pertumbuhan pendapatan signifikan sepanjang semester I 2016. Pendapatan dari bisnis tersebut tumbuh 29% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan divisi Healthcare yang ditorehkan lewat anak usahanya yakni PT Siloam Hospitals International Tbk (SILO) membukukan pendapatan Rp2,6 triliun, tumbuh 29% yoy. Tujuh rumah sakit mapan SILO memberikan kontribusi sebesar Rp 1,4 triliun atau 56% dari total pendapatan.

Pasien rawat inap Siloam tumbuh 19% sedangkan kunjungan pasien rawat jalan meningkat sebesar 21%. Dengan pembukaan rumah sakit baru, Siloam Hospitals Buton, Bau-bau dan Siloam Hospitals Samarinda pada April 2016, Siloam saat ini mengelola 23 rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur lebih dari 5.100.

Pertumbuhan pendapatan SILO mendorong pertumbuhan pendapatan LPKR 7,6% yoy meskipun lini bisnis propertinya mengalami perlambatan. Kendati pendapatannya masih tumbuh, namun laba bersih LPKR Merosot 35% akibat membengkaknya beban yang harus ditanggung.

Pendapatan LPKR tumbuh 7,6%yoy menjadi Rp5,1 triliun, untuk pertama kalinya kami mencapai Rp 5 triliun dalam periode enam bulan. Laba bersihnya tercatat Rp 497,7 miliar atau turun 35,7% dari laba bersih semester I 2015 yang tercatat sebesar Rp 775,3 miliar.

Pendapatan divisi Residential & Urban Development menurun sebesar 16% yoy menjadi Rp1,8 triliun, di mana pendapatan dari Townships naik sebesar 8% yoy menjadi Rp1,2 triliun.

Pendapatan dari Large Scale Integrated Developments turun sebesar 41% yoy menjadi Rp 610 miliar di mana pengakuan pendapatan berdasarkan persentase penyelesaian konstruksi dari Kemang Village dan St Moritz, Jakarta, turun drastis dibandingkan dengan periode semester pertama tahun 2015.




TERBARU

[X]
×