kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pendanaan pabrik, Chandra Asri buka peluang kerja sama


Kamis, 15 Maret 2018 / 17:54 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Petrokimia Butadiene Indonesia (PBI)


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mewujudkan pabrik kedua di bawah bendera anak usaha, PT Chandra Asri Perkasa kian dekat. Tahun ini, perusahaan petrokimia ini akan mengakuisisi lahan seluas 200 hektare (ha) di wilayah yang tak jauh dari pabrik saat ini, yaitu di Cilegon.

Hingga saat ini, TPIA sudah membebaskan sekitar 40-60 ha lahan di daerah tersebut.

Direktur dan Corporate Secretary TPIA Suryandi mengatakan, dana untuk perluasan pabrik akan diambil dari anggaran belanja modal tahun ini. "Total investasi pabrik baru ini kira-kira US$ 5 miliar," kata Suryandi, Kamis (15/3).

Nantinya pabrik baru tersebut akan menaikkan kapasitas pabrik TPIA pada 2023 mendatang menjadi lebih dari 6 juta ton.

Suryandi bilang, sebagian belanja modal perusahaan tahun ini memang digunakan untuk perluasan pabrik. Tahun ini, TPIA mengalokasikan dana sebesar US$ 568 juta untuk belanja modal.

Dana tersebut sebagian diperoleh dari hasil penerbitan obligasi dan rights issue. Namun, kata Suryandi, perusahaan tak menutup kemungkinan untuk melakukan kerja sama untuk pendanaan pabrik.

"Kami selalu membuka peluang kerja sama," kata Suryandi. Namun, ia belum mau menyebut nama perusahaan yang akan didekati untuk kerja sama pembangunan pabrik baru tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×