kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.692   106,00   0,60%
  • IDX 6.470   -252,94   -3,76%
  • KOMPAS100 857   -36,42   -4,08%
  • LQ45 638   -20,24   -3,08%
  • ISSI 234   -8,69   -3,58%
  • IDX30 362   -9,46   -2,55%
  • IDXHIDIV20 447   -8,52   -1,87%
  • IDX80 98   -3,74   -3,67%
  • IDXV30 127   -3,03   -2,34%
  • IDXQ30 117   -2,38   -2,00%

Tambah kapasitas pabrik, Chandra Asri bidik pendapatan naik 25%


Kamis, 15 Maret 2018 / 15:42 WIB
ILUSTRASI. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan menyelesaikan dua proyek tahun lalu, yakni penambahan kapasitas pabrik butadine dan pabrik Syntethic Rubber Indonesia (SRI).

Proses penambahan kapasitas ini kemungkinan akan membuat shut down sementara pabrik butadine. "Kemungkinan shut down terjadi pada kuartal II-2018, namun akan kembali berkontribusi pada kuartal III-2018," kata Harry Tamin, Investor Relations TPIA, Kamis (15/3).

Shutdown untuk penambahan kapasitas ini kemungkinan akan terjadi selama sebulan. Makanya, perusahaan petrokimia ini berusaha memaksimalkan utilitas pabrik-pabrik TPIA yang sudah ada.

TPIA juga berharap tambahan pendapatan yang berasal dari perusahaan joint venture dengan Michelin, yakni PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI). Namun, TPIA tak terlalu banyak berharap tambahan dari perusahaan bernilai investasi US$ 435 juta ini, karena hanya memiliki 45% saham.

Dari penambahan kapasitas pada dua pabrik tersebut, TPIA akan mendapatkan tambahan kapasitas sebesar 157.000 ton. Sehingga di akhir 2018, perusahaan akan memiliki total produksi sebesar 3,4 juta ton dari sebelumnya sekitar 3,3 juta ton.

Dus, TPIA berharap tahun ini dapat mencatatkan kenaikan pendapatan yang kurang lebih sama dengan pendapatan pada tahun sebelumnya yakni sebesar 20%-25%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×