kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Penawaran masuk pada lelang sukuk negara hari ini mencapai Rp 69,57 triliun


Selasa, 11 Februari 2020 / 17:25 WIB
ILUSTRASI. Suasana Dealing Room Treasury OCBC NISP, Jakarta, Selasa (1/7). Dari total penawaran masuk pada lelang sukuk negara, pemerintah hanya menyerap Rp 8 triliun.


Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Selain itu menurutnya rating utang Indonesia yang masih menjanjikan ikut mendorong minat investor terhadap lelang SBSN. Sekadar informasi, Moody’s Investors Service mempertahankan peringkat utang bagi Indonesia pada kategori Baa2 dengan outlook stabil atau setara dengan level BBB. Artinya, obligasi yang diterbitkan oleh Indonesia masuk dalam kategori moderate credit risk dan medium grade.

Hal serupa dikatakan oleh Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investasi Sekuritas Maximilianus Nico Demus. Menurut Nico, selain karena likuiditas dan peringkat rating yang baik, imbal hasil yang menarik membuat investor terutama investor asing tertarik untuk masuk ke dalam pasar Indonesia.

“Meskipun antara jangka waktu dan kupon masih tidak seimbang, tetapi imbal hasil kita menarik. Hal ini yang membuat investor asing tertarik masuk ke pasar Indonesia,” jelas Nico.

Baca Juga: Kapitalisasi pasar BEI terpangkas Rp 421 triliun

Setelah mencetak rekor terbaru hari ini, Baik Ramdhan maupun Nico menilai prospek SBSN masih akan terus bergairah. Menurut Ramdhan prospek terhadap SBSN akan terus meningkat seiring dengan ekspektasi pasar terhadap rating utang Indonesia yang akan beranjak membaik.

Sedangkan menurut Nico SBSN akan terus diminati sepanjang semester pertama. Menurut dia, kepindahan dana portofolio investor dari saham ke obligasi pada awal tahun ini akan menjadi alasan tingginya minat pada lelang SBSN.

Baca Juga: IHSG naik tipis, volume transaksi bursa hanya 5,54 miliar saham

“Sampai saat ini kita didukung imbal hasil yang menarik, kupon obligasi tinggi, capital inflow yang melimpah serta kepindahan dana portofolio para investor dari saham ke obligasi yang memiliki volatilitas lebih rendah,” pungkas Nico.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×