kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pemilu kian dekat, ini rekomendasi saham dari Royal Investium untuk investor


Kamis, 14 Maret 2019 / 22:49 WIB


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Semakin mendekati pesta demokrasi di April 2019, investor dinilai perlu pasang strategi dan bersiap masuk ke saham yang tepat. Terlebih lagi, pasar modal diyakini masih akan bullish hingga akhir tahun.

Analis Royal Investium Sekuritas Wijen Ponthus sangat merekomendasikan investor untuk masuk ke pasar modal dari sekarang. Syaratnya, saham-saham yang dipilih adalah saham yang memiliki valuasi murah, price book value (PBV) emiten di bawah rata-rata PBV IHSG, serta price earning (PE) di bawah rata-rata PE industri.

Selain itu, investor juga perlu mencermati bahwa emiten yang dipilih harus yang memiliki peningkatan laba secara konsisten. Menurutnya, beberapa saham komoditas bisa menjadi pilihan bagi para investor.

"Pilih saham-saham yang fundamentalnya bagus seperti UNTR, anggota indeks Kompas100 ini, yang memiliki PBV dan PER kecil, INKP, anggota indeks Kompas100 ini, yang sudah terdiskon hingga 50% sehingga berpeluang dibeli dengan saat harga berada di sekitar Rp 8.000 hingga Rp 9.000," kata Wijen kepada Kontan.co.id, Kamis (14/3).

Selain itu, saham Grup Astra juga menarik untuk dikoleksi, dilihat dari kinerja ekspor yang cukup positif, serta harga saham yang sudah murah. Saham lainnya yang menjadi rekomendasi Royal Investium adalah WSKT, anggota indeks Kompas100 ini, dan INDY, anggota indeks Kompas100 ini, .

Di sisi lain, saham-saham yang dianggap cukup sensitif terhadap sentimen pemilu di antaranya saham dari sektor perbankan dan konstruksi.

"Konstruksi sangat menentukan, kalau kita ganti Presiden ada kemungkinan sektor ini kehajar duluan, karena banyak pembangunan yang tengah running bisa tidak dilanjutkan," ungkapnya.

Sedangkan saham sektor perbankan dianggap sangat sensitif, jika terjadi perubahan kebijakan dari pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×