kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Semen Indonesia (SMGR) siap bersaing dengan pemain baru


Selasa, 30 Juli 2019 / 15:52 WIB


Reporter: Aloysius Brama | Editor: Tendi Mahadi

Meski begitu Sigit tak memungkiri datangnya pemain baru juga memengaruhi penjualan semen mereka. Namun ia menganggap hal itu wajar dalam dinamika pasar.

Asal tahu, sepanjang semester I 2019, penjualan SMGR tertekan sebesar 5,14%. Volume penjualan SMGR pada periode tersebut sebesar 11,2 juta ton. Angka itu lebih tipis dari realisasi semester satu tahun 2018 yang sebesar 11,8 juta ton.

Baca Juga: Pendapatan Supra Boga Lestari (RANC) naik tipis

Pun dengan SMCB. Pabrikan yang dulu dikenal dengan merk Holcim itu mencatat penurunan penjualan tipis sebesar 2,3% yakni sebesar 4,46 juta ton. Sedangkan pada tahun lalu, SMCB sendiri mencatat penjualan sebesar 4,55 juta.

Sigit mengaku pihaknya tidak akan terpancing oleh perang harga tersebut. Menurutnya hal itu wajar dilakukan oleh pemain baru yang sedang mencari pasar.

Walau begitu Sigit berharap pemerintah juga memberikan aturan yang jelas bagaimana pabrikan semen baru beroperasi. “Supaya lebih fair,” jelasnya.

Baca Juga: Pendapatan Mandom Indonesia (TCID) naik tipis hingga Juni lalu

Isu yang beredar, beberapa pabrikan baru ditengarai belum memberlakukan perjanjian kerja bersama (PKB) untuk para pegawainya.

Saat ini, Sigit menyebut pihaknya lebih memilih untuk terus fokus melanjutkan konsolidasi dan sinergi antar anak perusahaan. Terutama pasca SMGR mengakuisisi Holcim yang sekarang telah berganti nama Solusi Bangun Indonesia (SBI).




TERBARU

[X]
×