kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.980   67,00   0,37%
  • IDX 5.716   73,01   1,29%
  • KOMPAS100 739   11,51   1,58%
  • LQ45 560   6,77   1,22%
  • ISSI 199   2,31   1,18%
  • IDX30 317   3,07   0,98%
  • IDXHIDIV20 391   1,23   0,32%
  • IDX80 84   1,13   1,36%
  • IDXV30 107   -0,15   -0,14%
  • IDXQ30 102   0,62   0,61%

Peluang rupiah menguat di awal September


Rabu, 31 Agustus 2016 / 19:57 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rupiah menemukan peluang untuk menguat di awal bulan September. Mata uang garuda berharap dukungan data domestik seperti inflasi dan cadangan devisa.

Di Pasar Spot, Kamis (31/8) nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah tipis 0,02% ke Rp 13.260 dibanding sehari sebelumnya. Sementara kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan rupiah tergerus 0,3% ke level Rp 13.300.

Resti Afiadinie, Research and Analyst Divisi Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk menyatakan, data ekonomi Amerika Serikat (AS) yakni tingkat keyakinan konsumen yang dirilis Selasa malam (30/8) menunjukkan hasil positif sehingga mendukung penguatan dollar AS.

"Pelaku pasar masih mencermati data resmi tenaga kerja AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Data tersebut merupakan salah satu variabel utama penentu kenaikan suku bunga The Fed," papar Resti.

Sedangkan kebutuhan mata uang dollar AS dari korporasi guna memenuhi kewajiban akhir bulan menjadi sentimen penyeret rupiah secara domestik. Apalagi belum ada data ekonomi dalam negeri.

Data inflasi serta cadangan devisa bulan Agustus diharapkan mampu mendorong penguatan rupiah di hari Kamis (1/9). Peluang rupiah menguat semakin besar jika data tenaga kerja AS dari sektor swasta yang dirilis malam ini menunjukkan hasil buruk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×