kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Pasar Tokenisasi Aset Indonesia Diproyeksi Tembus US$ 88 Miliar pada 2030


Kamis, 23 Juli 2026 / 19:06 WIB
Pasar Tokenisasi Aset Indonesia Diproyeksi Tembus US$ 88 Miliar pada 2030
ILUSTRASI. Ilustrasi blockchain (dok/D3 Labs)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat investor Indonesia untuk berinvestasi pada aset global berbasis blockchain kian meningkat.

Sejalan dengan tren tersebut, Tiger Research memproyeksikan nilai pasar tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA) di Indonesia mencapai US$ 88 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 31,7%, didorong pesatnya perkembangan ekosistem digital dan adopsi teknologi blockchain.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh semakin kuatnya ekosistem digital Indonesia yang dinilai mampu mempercepat adopsi aset berbasis blockchain. 

Tiger Research juga menilai investor Indonesia mulai meningkatkan minat terhadap aset global, khususnya Tokenized US Stocks atau tokenisasi saham AS, karena menawarkan akses yang lebih mudah ke perusahaan-perusahaan global melalui teknologi blockchain.

Baca Juga: Minat Investor pada Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat 40%, Saham AS Jadi Incaran

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan, tren tersebut menunjukkan investor Indonesia semakin terbuka terhadap diversifikasi portofolio ke aset global.

"Tokenisasi membuka akses yang lebih mudah bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur ke perusahaan-perusahaan global. Kami melihat minat terhadap aset ini terus meningkat seiring berkembangnya ekosistem aset digital," ujar Ryan dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Seiring meningkatnya minat investor, pilihan aset yang tersedia di platform tokenisasi menjadi salah satu pertimbangan.

Berdasarkan analisis Tiger Research dan benchmark industri yang dilakukan Bittime, platform dengan pilihan Tokenized US Stocks yang lebih komprehensif dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan investor yang ingin membangun portofolio global.

Berdasarkan benchmark tersebut, Bittime menyediakan salah satu lini Tokenized US Stocks paling lengkap di antara platform aset digital lokal, mencakup saham perusahaan global seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet (Google), Meta, Tesla, serta sejumlah ETF berbasis teknologi.

Baca Juga: Investor Kripto Mulai Diversifikasi, PINTU Tambah Produk Tokenisasi Aset

Selain itu Bittime juga menjadi exchange aset kripto berlisensi pertama di Indonesia yang menghadirkan fitur Flexible Staking pada Tokenized US Stocks dengan reward hingga 7% APR, sehingga investor dapat memperoleh potensi imbal hasil tambahan tanpa kehilangan fleksibilitas dalam mengelola asetnya.

Ryan mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab karakteristik saham Amerika Serikat yang umumnya memiliki dividend yield lebih rendah dibandingkan saham di Indonesia.

"Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan melalui akses ke aset global yang disertai fitur bernilai tambah sesuai kebutuhan investor Indonesia," kata Ryan.

Minat tersebut juga tercermin pada data internal Bittime. Dalam 48 jam setelah peluncuran Flexible Earn, kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106%, dengan sekitar 96% dana baru mengalir ke tokenized saham bertema AI, terutama NVIDIA, Meta, dan Microsoft. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×