kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Nilai Tokenisasi Properti Melalui Blockchain Diprediksi Tembus US$ 4 Triliun di 2035


Rabu, 04 Maret 2026 / 12:18 WIB
Nilai Tokenisasi Properti Melalui Blockchain Diprediksi Tembus US$ 4 Triliun di 2035
ILUSTRASI. Ilustrasi blockchain (dok/D3 Labs)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kripto dan sektor properti kian menemukan titik temu melalui pemanfaatan teknologi blockchain. Khususnya lewat skema tokenisasi aset

Konsep ini membuka kemungkinan baru dalam kepemilikan properti. Aset fisik direpresentasikan dalam bentuk token digital yang dapat diperdagangkan secara lebih fleksibel.

Melalui tokenisasi properti memungkinkan nilai sebuah aset dipecah menjadi unit digital yang mewakili kepemilikan sebagian. Dengan skema ini, investor tidak lagi harus membeli properti secara utuh, melainkan dapat memiliki sebagian kecil aset sesuai kapasitas modal mereka. Pendekatan tersebut dinilai dapat meningkatkan aksesibilitas sekaligus likuiditas di pasar properti.

Prospek pertumbuhan model ini juga terbilang signifikan. Data Deloitte Center for Financial Services memperkirakan, pasar tokenisasi properti global dapat melonjak dari sekitar US$ 300 miliar pada tahun  2024 menjadi US$ 4 triliun pada tahun 2035.

Proyeksi tersebut mencerminkan potensi integrasi yang semakin dalam antara teknologi blockchain dan aset riil. Termasuk properti komersial maupun residensial.

Baca Juga: Investor Kripto Tembus 20,7 Juta, Transaksi Januari 2026 Turun

Di Indonesia, wacana ini mulai mendapat perhatian pelaku usaha properti, termasuk pengelola rumah kost. Pelaku industri kos melalui Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI) mulai mebidik peluang diversifikasi pengelolaan hasil usaha melalui instrumen digital. Termasuk aset kripto dan potensi tokenisasi properti ke depan.

"Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah dan pemahaman yang komprehensif mengenai industri aset digital,” ujar Andy Putra, SVP Strategy & Business Pintu, dalam keterangan resmi, Selasa (3/3). 

Pintu memberikan edukasi mengenai dasar-dasar investasi kripto, manajemen risiko, serta pentingnya melakukan riset sebelum berinvestasi. Tujuannya para pengusaha kost dapat mengelola hasil usaha mereka secara lebih terdiversifikasi dan terukur.

Ketua ARKI, Florencia Irena Lipin menilai, Pintu membantu memberikan wawasan baru bagi para pemilik kost bahwa keuntungan dari hasil sewa dapat dikelola lebih produktif melalui aset digital.  "Ini menunjukkan, bisnis properti tradisional seperti rumah kost tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi finansial,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×