kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pasar saham global dibayangi perang dagang dan krisis Argentina


Selasa, 03 September 2019 / 06:09 WIB
ILUSTRASI. Bursa AS


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Tapi data Caixin/Markit Manufacturing Purchasing Managers' Index ini kontras dengan data resmi yang menunjukkan kontraksi.

Janji pemerintah China untuk mengatasi pelemahan sektor manufaktur menjadi penahan kejatuhan pasar saham.

Meski pasar saham China menguat, pergerakan bursa Asia mixed. Indeks Nikkei dan Hang Seng turun pada perdagangan kemarin. 

Indeks Straits Times dan IHSG pun melemah. Sementara kenaikan terjadi di bursa Korea Selatan dan Taiwan.

Baca Juga: Kinerja rata-rata reksadana saham tergerus 2,81% di Agustus Lalu

Dari Eropa, yield obligasi Italia turun ke level terendah setelah perdana menteri mengatakan pemerintahan baru akan terbentuk pada hari Rabu.

Meski ada kabar baik dari negara terbesar ketiga Zona Euro ini, masalah Eropa masih banyak. Aktivitas manufaktur Zona Euro berkontraksi untuk tujuh bulan berturut-turut pada bulan Agustus.

Sejumlah pengamat pasar mengatakan, reaksi pasar terhadap tarif baru mungkin berlebihan karena transaksi yang dijalankan dengan algoritma.

"Pasar terus menunjukkan bagaimana algoritma data mining terkait dengan transaksi berbasis saham dan forex.

Baca Juga: IHSG berpotensi turun, ini rekomendasi saham Binaartha Sekuritas untuk Rabu (4/9)

Apakah ada yang terkejut dengan penerapan tarif kemarin?" kata Takeo Kamai, head of execution CLSA kepada Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×