Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbagai sentimen baik dari global maupun domestik menjegal langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2019. Mulai dari perang dagang, pemilihan umum, aksi demonstrasi, hingga perlambatan ekonomi, menjadi penyebab utama kinerja IHSG kurang menggigit di tahun ini.
Pada tahun depan, kinerja IHSG diproyeksikan akan lebih oke dibandingkan tahun ini. Sebab, beberapa indikator global maupun makroekonomi mulai menunjukkan perbaikan.
Analis Henan Putihrai Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai, tahun depan Indonesia akan memasuki tren suku bunga rendah. Hal ini tidak lepas dari kebijakan The Fed yang menurunkan suku bunga acuan.
Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi loyo, kinerja IHSG kurang bergairah di tahun ini
Tahun ini saja, The Fed telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali. Terakhir, Bank Sentral Negeri Paman Sam tersebut memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada 30 Oktober 2019. Kebijakan pemangkasan suku bunga ini diambil di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat,
Liza melanjutkan, salah satu isu terhangat saat ini adalah pemakzulan (impeachment) Donald Trump oleh senator AS. Namun, ia menilai, Trump tidak akan dimakzulkan sebab mayoritas Senat AS diisi oleh orang Partai Republik yang merupakan pengusung Trump.
Jika Trump masih bertahan sebagai Presiden Amerika Serikat, atau bahkan kembali terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya, maka era suku bunga rendah masih akan bertahan.
“Jika Trump kemungkinan besar akan terpilih kembali menjadi presiden AS, dikarenakan rakyat AS menilai ekonomi tumbuh pada pemerintahan Trump, maka tren suku bunga rendah akan bertahan. Karena Trump juga yang mendesak The Fed untuk menurunkan suku bunga,” terang Liza.
Jika AS tetap bertahan pada tren suku bunga rendah, maka biasanya Indonesia akan ‘mengekor’ dengan menerapkan kebijakan suku bunga yang rendah pula. Hal ini guna mendorong sektor riil agar ekonomi tumbuh lebih baik dari target yang ditentukan, yakni 5,05%.
Baca Juga: Kinerja IHSG sepanjang tahun ini kurang memuaskan, bagaimana tahun depan?
Selain itu, dengan tingkat suku bunga yang rendah maka terciptalah keadaan risk on, yakni investasi yang lebih berisiko akan dicari oleh investor. Risk on biasanya terdapat di negara yang sedang berkembang (emerging market).
“Jadi, mudah-mudahan dana asing akan bergulir lagi ke pasar ekuitas kita. Teorinya demikian,” kata Liza.
Di sisi lain, Chief Economist dan Analis Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menilai, salah satu katalis positif IHSG tahun depan adalah rupiah yang cenderung menguat. Sebab, current account deficit (CAD) tahun depan diperkirakan membaik tahun depan seiring dengan berkurangnya defisit perdagangan.
Selain itu, mulai kondusifnya pasar saham domestik juga membuat perusahaan-perusahaan diperkirakan mengalokasikan dana investasi yang lebih besar dibandingkan tahun ini.
Sementara dari sisi global, kemajuan kesepakatan dagang antara AS dengan China akan membawa dampak positif bagi IHSG. Fakhrul melihat, dalam jangka pendek akan ada beberapa kesepakatan antara dua raksasa ekonomi dunia itu.
Baca Juga: IHSG diprediksi menguat memasuki tahun baru pekan depan
Namun, perang dagang merupakan masalah multi-year sehingga menyebabkan kondisi perdagangan global tidak akan pulih setidaknya seperti 5 tahun atau 10 tahun lalu.
Untuk diketahui, tahun ini aktivitas pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia didominasi oleh emiten dengan emisi yang kecil. Dengan asumsi pasar saham pada tahun depan akan lebih baik, Fakhrul menilai, tidak menutup kemungkinan perusahaan-perusahaan dengan emisi besar untuk melantai di bursa saham.
Senada, Liza menilai banyak perusahaan yang menunda untuk melakukan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) karena menunggu pasar kembali kondusif.
“Jika pasar sudah mulai kondusif maka peminat IPO masih akan banyak dan bisa oversubscribed. Dana yang diraup juga mungkin bisa lebih banyak. Performa perusahaan juga lebih bagus,” imbuh Liza.
Baca Juga: Periode pergantian tahun, bagaimana nasib IHSG pekan depan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)