kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Pasar saham diprediksi membaik tahun depan, ini sentimen pendorongnya


Minggu, 29 Desember 2019 / 12:42 WIB
Pasar saham diprediksi membaik tahun depan, ini sentimen pendorongnya
ILUSTRASI. Pegawai melintas di depan layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Pada tahun depan, kinerja IHSG diproyeksikan akan lebih oke dibandingkan tahun ini.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat

Di sisi lain, Chief Economist dan Analis Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menilai, salah satu katalis positif IHSG tahun depan adalah rupiah yang cenderung menguat. Sebab, current account deficit (CAD) tahun depan diperkirakan membaik tahun depan seiring dengan berkurangnya defisit perdagangan.

Selain itu, mulai kondusifnya pasar saham domestik juga membuat perusahaan-perusahaan diperkirakan mengalokasikan dana investasi yang lebih besar dibandingkan tahun ini.

Sementara dari sisi global, kemajuan kesepakatan dagang antara AS dengan China akan membawa dampak positif bagi IHSG. Fakhrul melihat, dalam jangka pendek akan ada beberapa kesepakatan antara dua raksasa ekonomi dunia itu.

Baca Juga: IHSG diprediksi menguat memasuki tahun baru pekan depan

Namun, perang dagang merupakan masalah multi-year sehingga menyebabkan kondisi perdagangan global tidak akan pulih setidaknya seperti 5 tahun atau 10 tahun lalu.

Untuk diketahui, tahun ini aktivitas pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia didominasi oleh emiten dengan emisi yang kecil. Dengan asumsi pasar saham pada tahun depan akan lebih baik, Fakhrul menilai, tidak menutup kemungkinan perusahaan-perusahaan dengan emisi besar untuk melantai di bursa saham.

Senada, Liza menilai banyak perusahaan yang menunda untuk melakukan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) karena menunggu pasar kembali kondusif.

“Jika pasar sudah mulai kondusif maka peminat IPO masih akan banyak dan bisa oversubscribed. Dana yang diraup juga mungkin bisa lebih banyak. Performa perusahaan juga lebih bagus,” imbuh Liza.

Baca Juga: Periode pergantian tahun, bagaimana nasib IHSG pekan depan?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×