kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Pasar Menantikan Data Inflasi AS, Rupiah Diperkirakan Menguat Tipis Esok (11/7)


Rabu, 10 Juli 2024 / 17:42 WIB
Pasar Menantikan Data Inflasi AS, Rupiah Diperkirakan Menguat Tipis Esok (11/7)
ILUSTRASI. Rupiah melanjutkan penguatan terbatas di perdagangan hari ini, Rabu (10/7).


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rupiah melanjutkan penguatan terbatas di perdagangan hari ini, Rabu (10/7). Penguatan tipis rupiah diperkirakan masih terjadi karena investor menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS) di hari Kamis (11/7).

Mengutip Bloomberg, Rabu (10/7), kurs rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,06% ke Rp 16.240 per dolar AS. Sementara, rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) ditutup menguat 0,15% dari posisi kemarin ke level Rp 16.256 per dolar AS.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengamati, rupiah terus berbalik menguat setelah mencapai level harga Rp 16.500 per dolar AS. Penguatan rupiah berlanjut setelah laporan data AS pekan lalu yang cenderung negatif pada pembayaran upah nonpertanian dan kenaikan tingkat pengangguran.

Faktor tersebut membuka peningkatan persentase peluang penurunan suku bunga pada bulan September, sehingga menekan dolar dan imbal hasil obligasi. Meskipun demikian, ketidakstabilan geopolitik dapat mempengaruhi kepercayaan investor dan nilai tukar dolar masih mendapat dukungan.

“Di dalam negeri tidak ada data ekonomi pekan ini, sehingga pergerakan rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor luar,” jelas Sutopo kepada Kontan.co.id, Rabu (10/7).

Baca Juga: Keluar dari Tekanan, Rupiah Spot Menguat Tipis di Rp 16.240 per dollar

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah hari ini sejalan dengan mata uang regional yang pada umumnya menguat terhadap dolar AS. Data inflasi China yang lebih rendah dari perkiraan memicu ekspektasi stimulus dari pemerintah negeri tirai bambu tersebut.

Menurut Lukman, rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi di perdagangan, Kamis (11/7). Sebab, investor masih menunggu data inflasi AS yang akan dirilis besok.

“Investor masih cenderung wait and see data inflasi AS,” imbuh Lukman kepada Kontan.co.id, Rabu (10/7).

Sementara, Sutopo melihat kemungkinan rupiah masih menguat hingga Rp 16.200 per dolar AS. Pasar juga menantikan laporan inflasi AS yang dapat memengaruhi sikap kebijakan the Fed terhadap keputusan suku bunga.

Sutopo memproyeksi rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 16.200 per dolar AS–Rp 16.300 per dolar AS di perdagangan Kamis (11/7). Senada, Lukman juga memprediksi rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 16.200 per dolar AS–Rp 16.300 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×