kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pasar kurang kondusif, menunda IPO keputusan tepat


Kamis, 26 Maret 2020 / 08:58 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi IPO atau Go Public; initial public offering; bursa efek indonesia; bei; KONTAN/Daniel Prabowo


Reporter: Kenia Intan | Editor: Yudho Winarto

Akan tetapi yang menjadi pertimbangan adalah tidak ada yang tahu sampai kapan pasar akan tertekan akibat penyebaran COVID-19. Sehingga, ketika Juni nanti Nara Hotel ditargetkan melakukan IPO belum dapat dipastikan apakah pasar sudah kembali pulih.

Sementara itu, SVP Research Kana Hita Solvera Janson Nasria mengatakan mengundur proses IPO hingga kasus penyebaran COVID-19 menunjukkan flat curve merupakan keputusan yang baik. Adapun ia memproyeksikan pasar akan mulai pulih di semeter II mendatang.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Masih Menguji Support Baru

"Ekonomi Indonesia dan global mungkin baru pulih di semester II 2020, itu pun dalam tahap very weak growth," jelasnya kepada Kontan.co.id.

Di sisi lain Hans Kwee menambahkan, jika suatu perusahaan sudah mengantongi investor strategis maka risiko saham tidak terserap pasar menjadi lebih kecil. Sehingga tidak menjadi masalah melakukan IPO di kondisi seperti saat ini.

"Kalau sudah ada investor strategis, istilahnya listing sudah ada yang beli, tidak perlu takut tidak terserap di pasar," imbuhnya.

Jika belum ada investor strategis dan sepenuhnya mengandalkan pasar, lebih baik suatu perusahaan menunggu pasar menjadi lebih kondusif saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×