kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.820   -8,00   -0,05%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Pasar cemas, bursa Wall Street berakhir turun


Jumat, 19 Januari 2018 / 06:40 WIB
Pasar cemas, bursa Wall Street berakhir turun
ILUSTRASI. Bursa AS


Sumber: CNBC | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (18/1) waktu Amerika Serikat. Pelaku pasar mencemaskan penutupan pemerintahan jelang tenggat waktu persetujuan rencana anggaran oleh Kongres.

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 97 poin atau 0,37% ke posisi 26.017,81.

Indeks S&P 500 yang bergerak liar sepanjang perdagangan juga ditutup turun 4,53 poin atau 0,16% menjadi 2.798,03. Kemudian, Nasdaq tergelincir 0,03% di level 7.296,05.

Sentimen negatif di pasar saham mencuat, karena kekhawatiran pemerintahan saat ini akan ditutup, jika sampai Jumat waktu AS, Kongres tak juga meloloskan rencana anggaran pemerintah. Secara historis, isu penutupan pemerintah  menyebabkan pelemahan jangka pendek di pasar saham.

"Ini jelas terkait dengan penutupan pemerintah. Kemungkinan penutupan meningkat dalam beberapa minggu terakhir, namun pasar telah mengabaikannya," kata Larry McDonald, Kepala strategi makro AS di ACG Analytics, seperti dilansir CNBC, Selasa.

Asal tahu saja, pasar saham Amerika menguat sejak awal tahun ini, karena optimisme terhadap pemulihan ekonomi dan ekspektasi kuat pada laporan kinerja perusahaan.

"Pasar fokus pada Kongres yang berusaha mencegah penutupan pemerintah. Investor pun mengambil keuntungan setelah indeks beberapa kali mencetak rekor," kata Anthony Conroy, Presiden Abel Noser.

Sementara, Tony Dwyer, Kepala strategi pasar Canaccord Genuity menilai, pasar saat ini belum menyelaraskan ekspektasinya dengan pertumbuhan ekonomi dan laba per saham perusahaan, terutama terkait kesepakatan pajak baru-baru ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×