kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

OJK: MSCI Global Market Accessibility Review Jadi Masukan Guna Perkuat Pasar Modal RI


Minggu, 21 Juni 2026 / 10:00 WIB
OJK: MSCI Global Market Accessibility Review Jadi Masukan Guna Perkuat Pasar Modal RI
ILUSTRASI. Hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 menjadi masukan konstruktif untuk memperkuat kualitas pasar modal Indonesia. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 menjadi masukan konstruktif untuk memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia.

Seperti diketahui, Morgan Stanley Capital International resmi mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market berdasarkan hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026

Namun, MSCI menurunkan penilaian kriteria arus informasi Indonesia ke level negatif yang mencerminkan persoalan keterbukaan data kepemilikan serta aktivitas pasar yang dinilai masih terbatas. 

MSCI juga kembali menyoroti risiko utama di pasar Indonesia, termasuk transparansi kepemilikan saham yang terbatas serta adanya tanda-tanda perdagangan terkoordinasi. 

Baca Juga: BEI Tanggapi MSCI 2026, Siap Perkuat Transparansi dan Reformasi Pasar Modal

Selain itu, keterbatasan pasar valuta asing juga disebut menjadi hambatan bagi investor, dengan catatan tidak adanya pasar offshore yang efisien dan masih adanya pembatasan di pasar onshore.

MSCI juga memperpanjang tinjauan terhadap pasar Indonesia pada April, lalu pada Mei mengeluarkan enam perusahaan, yang sebagian besar terkait dengan kelompok konglomerat dari indeksnya, yang kemudian kembali menekan pasar saham.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia masih terjaga dan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan penilaian tahun sebelumnya.

Dari 18 kriteria yang dinilai MSCI, sebanyak 10 kriteria memperoleh penilaian "++" yang menunjukkan kesesuaian dengan praktik terbaik global. Sementara enam kriteria mendapat penilaian "+" dan dua kriteria lainnya masih memperoleh penilaian "-".

Menurut Hasan, salah satu perubahan dalam penilaian tahun ini terjadi pada aspek Information Flow yang berada dalam segmen Market Infrastructure.

"Kami memandang masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini sedang dijalankan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (20/6/2026).

OJK mencatat pengakuan MSCI terhadap sejumlah langkah perbaikan yang telah dilakukan Indonesia, termasuk pada aspek Foreign Exchange Market Liberalization Level meskipun masih memerlukan peningkatan lebih lanjut.

Baca Juga: Rupiah Masih Rentan Tekanan Eksternal, Fokus Pasar Tertuju Data Inflasi AS dan MSCI

Hasan bilang OJK terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, guna memastikan langkah perbaikan dapat berjalan sejalan dengan stabilitas sistem keuangan dan kebijakan makroprudensial nasional.

"Berdasarkan feedback dari pelaku pasar dan global index provider, berbagai reformasi yang telah dilakukan saat ini telah memperoleh acknowledgement dan mulai menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan investasi," katanya.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat dialog dengan MSCI, FTSE Russell dan investor global untuk memastikan berbagai reformasi pasar modal Indonesia dapat dipahami secara komprehensif oleh komunitas investasi internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×