Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau pada Rabu (5/8/2026), meski investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) di seluruh pasar.
Kondisi ini menunjukkan penguatan indeks lebih banyak ditopang oleh aktivitas beli investor domestik di tengah tekanan jual dari pelaku pasar asing.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG ditutup menguat 0,49% atau naik 30,92 poin ke level 6.351,13. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak stabil di zona positif dengan kisaran 6.316 hingga 6.367.
Baca Juga: Asing Net Sell Rp 708 Miliar di Awal Agustus, Cek Saham yang Banyak Dijual
Penguatan IHSG didukung oleh kenaikan 406 saham, sementara 208 saham melemah dan 178 saham lainnya ditutup tidak berubah.
Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai dengan volume transaksi mencapai 40,35 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 14,92 triliun.
Di balik penguatan indeks tersebut, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 182,77 miliar di seluruh pasar. Aksi jual asing terutama terkonsentrasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar atau blue chip.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai jual bersih Rp 157,93 miliar.
Selanjutnya disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 138,01 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 84,95 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 84,41 miliar, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 44,89 miliar.
Baca Juga: Asing Net Sell Rp 250 Miliar di Akhir Pekan, Cek Saham yang Banyak Dijual
Aksi jual asing juga terjadi pada PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sebesar Rp 42,02 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 40,09 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 39,44 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 34,53 miliar, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 22,24 miliar.
Meski secara keseluruhan masih melakukan aksi jual bersih, investor asing tetap memborong sejumlah saham, terutama dari sektor pertambangan.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai beli bersih Rp 180,55 miliar, diikuti PT Timah Tbk (TINS) Rp 122,67 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 88,59 miliar.
Selanjutnya, investor asing juga mencatatkan net buy pada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp 27,51 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 25,77 miliar, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 21,51 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 20,51 miliar.
Baca Juga: Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing di Pekan Terakhir Bulan Juli 2026
Kemudian asing juga catat net buy saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 19,47 miliar, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) Rp 17,62 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 17,09 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
