kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Obligasi Korporasi Tenor Panjang Diuntungkan Suku Bunga Rendah, Tapi Ini Risikonya


Kamis, 24 Juli 2025 / 17:15 WIB
Obligasi Korporasi Tenor Panjang Diuntungkan Suku Bunga Rendah, Tapi Ini Risikonya
ILUSTRASI. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede bilang, harga obligasi korporasi tenor panjang cenderung naik lebih signifikan dibandingkan tenor pendek ketika terjadi pemangkasan suku bunga.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTATren penurunan suku bunga dinilai menguntungkan obligasi korporasi tenor panjang. 

Berdasarkan data Trading Economics, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat naik tipis ke level 6,49% pada 24 Juli 2025. Pergerakan ini turut mencerminkan sentimen pasar yang juga bisa memengaruhi arah obligasi korporasi ke depan.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede bilang, harga obligasi korporasi tenor panjang cenderung naik lebih signifikan dibandingkan tenor pendek ketika terjadi pemangkasan suku bunga. 

“Namun, obligasi tenor panjang juga memiliki risiko lebih tinggi jika suku bunga berbalik naik,” katanya kepada Kontan, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga: Obligasi Korporasi Ramai di Semester I-2025, Bagaimana Prospek Paruh Kedua Tahun Ini?

Head of Investment Specialist Sinarmas Asset Management, Domingus Sinarta Ginting juga mengatakan, ke depan, pergerakan obligasi tenor panjang masih dipengaruhi oleh kondisi geopolitik.

Dengan begitu, ia melihat obligasi korporasi tenor pendek masih menarik untuk dilirik. “Ini juga dipengaruhi dengan penurunan dari deposito di perbankan,” lanjut Domingus.

Josua melihat, investor yang lebih konservatif atau memiliki kebutuhan likuiditas tinggi cenderung memilih obligasi tenor pendek. Ini mengingat stabilitas dan risiko harga yang lebih rendah.

“Seperti institusi yang membutuhkan kepastian pendapatan rutin atau investor individu dengan toleransi risiko rendah,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×