kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Obligasi korporasi berpotensi bagi return 7%


Selasa, 09 Februari 2016 / 19:46 WIB


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Obligasi korporasi bisa menjadi salah satu alternatif investasi tahun ini. Instrumen ini diprediksi bisa membagikan keuntungan sekitar 7%.

Infovesta mencatat rata-rata return obligasi korporasi yang ditunjukkan oleh Infovesta Corporate Bond Index year to date (YTD) 5 Februari 2016 naik 0,82%. Pertumbuhan pasar obligasi tahun ini akan ditopang oleh kebijakan pemerintah.

"Terutama kebijakan yang dapat mencapai prediksi pertumbuhan ekonomi sesuai APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 5,3%, percepatan realisasi pembangunan infrastruktur serta kebijakan yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat agar sektor riil bisa berkembang lebih baik," kata Analis Infovesta Utama Mark Prawirodidjojo, Selasa (9/2).

Head of Fixed Income Indomitra Securities Maximilianus Nico Demus mengatakan bullishnya pasar obligasi tahun ini akan ditopang oleh BI rate yang berpotensi kembali mengalami penurunan.

"Sisi jelek dari Indonesia adalah masih didominasi oleh faktor eksternal sehingga belum bisa bertumpu dengan keadaan domestik diri sendiri. Namun prospek tahun ini lebih baik dibandingkan tahun 2015," tutur Nico.

Penurunan BI rate diprediksi juga dapat memberikan stimulus kepada dunia usaha. Dimana, para usaha mikro berpeluang mengalami pertumbuhan. "Apalagi KUR (kredit usaha rakyat) yang diberikan pemerintah masih sangat sedikit terserap," kata dia.

Akibatnya, ekonomi akan mencatat pertumbuhan sehingga berdampak positif ke pasar obligasi. Dengan turunnya BI rate, penerbitan obligasi korporasi diperkirakan kian ramai karena semakin murahnya cost of fund.

Pasalnya, penurunan BI rate akan memicu turunnya yield obligasi di pasar sekunder dan semakin kecilnya kupon penerbitan obligasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×