kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Nih, reksadana campuran Minna Padi Keraton Balance


Senin, 17 Oktober 2016 / 21:45 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

Per 14 Oktober 2016, Minna Padi Keraton Balance telah diperdagangkan dengan nilai aktiva bersih per unit penyertaan (NAB/UP) senilai Rp 2.791,93. Reksadana campuran ini telah mencetak dana kelolaan Rp 259,7 miliar per Agustus 2016.

Nah, investor yang berminat mengoleksi produk tersebut dapat melakukan investasi awal minimal Rp 250 ribu. Perusahaan mengutip biaya pembelian maksimal 1%. Investor yang menjual kepemilikannya dalam waktu kurang dari enam bulan akan dikenakan biaya 1%.

Penjualan dalam kurun enam bulan hingga satu tahun dikutip biaya 0,5%. Sementara penjualan lebih dari satu tahun tidak akan dikenakan biaya. Selain itu, ada biaya manajer investasi 2% per tahun serta biaya bank kustodian 0,2% per tahun. Reksadana yang ditawarkan sejak 19 April 2006 ini menggunakan bank kustodian BII.

Senior Research Analyst pasardana.id Beben Feri Wibowo mengungkapkan, kinerja Minna Padi Keraton Balance tertekan akibat alokasi portofolio saham yang menyasara saham non bluechip. Apalagi alokasi pasar uang dan deposito lebih besar dari instrumen pendapatan tetap.

"Strategi investasi dinilai kurang optimal dalam memanfaatkan kondisi pasar saham dan pendapatan tetap di saat bullish sampai dengan kuaral III 2016," ujarnya.

Oleh karena itu, Beben meramal, sepanjang tahun 2016, return reksadana campuran ini akan sulit menembus level 10%. Namun, peluang masih terbuka tergantung strategi manajer investasi maupun kondisi pasar.

Proyeksi Beben, rata-rata return reksadana campuran sepanjang tahun 2016 akan mencapai 15% - 18%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×