kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Nih, reksadana campuran Minna Padi Keraton Balance


Senin, 17 Oktober 2016 / 21:45 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

Per 14 Oktober 2016, Minna Padi Keraton Balance telah diperdagangkan dengan nilai aktiva bersih per unit penyertaan (NAB/UP) senilai Rp 2.791,93. Reksadana campuran ini telah mencetak dana kelolaan Rp 259,7 miliar per Agustus 2016.

Nah, investor yang berminat mengoleksi produk tersebut dapat melakukan investasi awal minimal Rp 250 ribu. Perusahaan mengutip biaya pembelian maksimal 1%. Investor yang menjual kepemilikannya dalam waktu kurang dari enam bulan akan dikenakan biaya 1%.

Penjualan dalam kurun enam bulan hingga satu tahun dikutip biaya 0,5%. Sementara penjualan lebih dari satu tahun tidak akan dikenakan biaya. Selain itu, ada biaya manajer investasi 2% per tahun serta biaya bank kustodian 0,2% per tahun. Reksadana yang ditawarkan sejak 19 April 2006 ini menggunakan bank kustodian BII.

Senior Research Analyst pasardana.id Beben Feri Wibowo mengungkapkan, kinerja Minna Padi Keraton Balance tertekan akibat alokasi portofolio saham yang menyasara saham non bluechip. Apalagi alokasi pasar uang dan deposito lebih besar dari instrumen pendapatan tetap.

"Strategi investasi dinilai kurang optimal dalam memanfaatkan kondisi pasar saham dan pendapatan tetap di saat bullish sampai dengan kuaral III 2016," ujarnya.

Oleh karena itu, Beben meramal, sepanjang tahun 2016, return reksadana campuran ini akan sulit menembus level 10%. Namun, peluang masih terbuka tergantung strategi manajer investasi maupun kondisi pasar.

Proyeksi Beben, rata-rata return reksadana campuran sepanjang tahun 2016 akan mencapai 15% - 18%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×