kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.913   31,00   0,18%
  • IDX 9.063   30,63   0,34%
  • KOMPAS100 1.255   6,77   0,54%
  • LQ45 889   6,71   0,76%
  • ISSI 330   -0,05   -0,02%
  • IDX30 452   3,50   0,78%
  • IDXHIDIV20 534   4,52   0,85%
  • IDX80 140   0,64   0,46%
  • IDXV30 147   0,51   0,35%
  • IDXQ30 145   1,21   0,84%

Naik 5,78% Sepekan, Harga Bitcoin Berada di Level US$ 95.000


Kamis, 15 Januari 2026 / 12:11 WIB
Naik 5,78% Sepekan, Harga Bitcoin Berada di Level US$ 95.000
ILUSTRASI. Bitcoin (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami penguatan dalam sepekan. Mengutip Coin Market Cap Kamis (15/1/2026) pukul 10.50 WIB, harga Bitcoin naik 5,78% dalam sepekan ke level US$ 95.904. 

Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin melihat pasar kripto melonjak tajam setelah kenaikan inflasi AS yang mereda. Harga Bitcoin naik signifikan menembus $95.000 untuk pertama kali dalam beberapa minggu terakhir. ETH naik lebih dari 7% ke level $3.300, sementara SOL, ADA, XRP, dan BNB sempat naik hingga 9%.

Tren positif tersebut datang setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) bulan Desember menunjukkan kenaikan tahunan 2,7% sesuai ekspektasi pasar, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga lebih cepat di tahun ini. 

“Ketegangan politik antara Trump dan Pemimpin The Fed, Jerome Powell awal minggu ini yang melemahkan dollar, turut meningkatkan daya tarik aset seperti crypto yang dipandang terisolasi dari risiko independensi bank sentral,” ujar Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/1/2026). 

Baca Juga: Aliran Spot Dongkrak Harga Bitcoin, Analis Prediksi Laju ke US$100.000

Fahmi mengatakan, intervensi terhadap independensi The Fed, apabila benar, merupakan sesuatu yang sangat serius dan dapat memicu kekhawatiran pasar terhadap bagaimana pemerintah AS bekerja. Namun, inflasi Desember yang bertahan di angka 2,7% cukup meredakan kekhawatiran di tengah dinamika tersebut. 

“Meskipun pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini, kenaikan inflasi yang melandai meningkatkan optimisme pasar bahwa penurunan suku bunga dapat terjadi lebih cepat, seperti pada bulan Maret misalnya,” jelas Fahmi.

Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Masih Volatil, Analis Ingatkan Investor Disiplin Kelola Risiko

Selanjutnya: Waskita Karya Garap Jalan Batas Kota Singaraja-Mengwitani Bali Senilai Rp Rp290,84 M

Menarik Dibaca: Promo Sultan Isra Miraj di Emado’s 8 Ayam & 10 Porsi Nasi Mandhi Harga Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×