kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Naik 5,78% Sepekan, Harga Bitcoin Berada di Level US$ 95.000


Kamis, 15 Januari 2026 / 12:11 WIB
Naik 5,78% Sepekan, Harga Bitcoin Berada di Level US$ 95.000
ILUSTRASI. Bitcoin (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami penguatan dalam sepekan. Mengutip Coin Market Cap Kamis (15/1/2026) pukul 10.50 WIB, harga Bitcoin naik 5,78% dalam sepekan ke level US$ 95.904. 

Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin melihat pasar kripto melonjak tajam setelah kenaikan inflasi AS yang mereda. Harga Bitcoin naik signifikan menembus $95.000 untuk pertama kali dalam beberapa minggu terakhir. ETH naik lebih dari 7% ke level $3.300, sementara SOL, ADA, XRP, dan BNB sempat naik hingga 9%.

Tren positif tersebut datang setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) bulan Desember menunjukkan kenaikan tahunan 2,7% sesuai ekspektasi pasar, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga lebih cepat di tahun ini. 

“Ketegangan politik antara Trump dan Pemimpin The Fed, Jerome Powell awal minggu ini yang melemahkan dollar, turut meningkatkan daya tarik aset seperti crypto yang dipandang terisolasi dari risiko independensi bank sentral,” ujar Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/1/2026). 

Baca Juga: Aliran Spot Dongkrak Harga Bitcoin, Analis Prediksi Laju ke US$100.000

Fahmi mengatakan, intervensi terhadap independensi The Fed, apabila benar, merupakan sesuatu yang sangat serius dan dapat memicu kekhawatiran pasar terhadap bagaimana pemerintah AS bekerja. Namun, inflasi Desember yang bertahan di angka 2,7% cukup meredakan kekhawatiran di tengah dinamika tersebut. 

“Meskipun pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini, kenaikan inflasi yang melandai meningkatkan optimisme pasar bahwa penurunan suku bunga dapat terjadi lebih cepat, seperti pada bulan Maret misalnya,” jelas Fahmi.

Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Masih Volatil, Analis Ingatkan Investor Disiplin Kelola Risiko

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×