Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
Peluang saham dividen
Head of Research KISI Muhammad Wafi mengatakan, musim dividen interim tahun ini mulai berlangsung. Secara historis, periode pembagian dividen interim biasanya ramai pada Agustus-Oktober setelah laporan semester pertama memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arus kas emiten.
Menurut Wafi, peluang pembagian dividen interim tahun ini cukup terbuka, terutama pada emiten tambang emas dan CPO. Meski demikian, pertumbuhan laba tidak otomatis membuat seluruh emiten meningkatkan pembagian dividennya.
Wafi menilai BBCA dan BMRI memiliki rekam jejak distribusi dividen yang kuat. Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mendapat dukungan permintaan logam mulia, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berpeluang ditopang ramp-up Tambang Emas Pani, sedangkan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) memiliki karakter defensif.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia menambahkan, musim dividen interim tahun ini memang datang lebih awal. Namun, secara historis puncaknya biasanya terjadi pada Oktober-November setelah emiten merilis kinerja kuartal ketiga, dengan pembayaran banyak berlangsung pada November-Desember.
Baca Juga: IHSG Naik 0,84% ke 6.674 Sesi I, Top Gainers LQ45: MBMA, AKRA, AMMN, Selasa (8/9)
Sektor CPO menjadi salah satu yang menarik dicermati. Liza melihat peluang pada PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
Laba semester pertama emiten CPO tersebut tumbuh dengan dukungan harga CPO yang kuat dan implementasi program B50.
Peluang juga terbuka pada emiten emas seiring kenaikan laba dan arus kas. Namun, investor tetap perlu selektif karena kebutuhan belanja modal di sektor pertambangan relatif tinggi.
Untuk strategi akumulasi hingga dividen final, Liza memilih BBCA, BMRI, TAPG, SMSM dan ITMG karena memiliki kombinasi visibilitas laba dan rekam jejak distribusi yang kuat. Sementara PSAB menjadi pilihan bagi investor yang lebih agresif.
Liza mengingatkan investor agar tidak membeli saham semata-mata karena mengejar dividend yield. Pasalnya, harga saham secara teoritis akan menyesuaikan setelah cum-date.
"Investor sebaiknya tidak mengejar saham hanya karena dividend yield," katanya.
Karena itu, strategi akumulasi bertahap dapat dipertimbangkan sebelum musim dividen semakin ramai pada Oktober-November.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














