kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Moody’s Pangkas Outlook Indonesia Jadi Negatif, Begini Kata OJK


Jumat, 06 Februari 2026 / 07:49 WIB
Moody’s Pangkas Outlook Indonesia Jadi Negatif, Begini Kata OJK
ILUSTRASI. Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai afirmasi peringkat oleh Moody’s menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati keputusan Moody’s yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif.

Di sisi lain, lembaga peringkat global itu juga menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap resilien, ditopang oleh kekuatan struktural serta kebijakan fiskal dan moneter yang prudent.

Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menilai afirmasi peringkat oleh Moody’s menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. 

Baca Juga: Harga Emas Anjlok pada Jumat (6/2/2026) Pagi, Volatilitas Berpotensi Terus Berlanjut

“Prospek perekonomian nasional tetap positif dan berkelanjutan, didukung oleh permintaan domestik yang solid, kontribusi sektor keuangan yang stabil serta kesinambungan agenda reformasi,” jelasnya  dalam keterangan resmi, Jumat (6/2/2026). 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,11%, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya, yakni 5,03% tetapi lebih rendah dari target 5,12%. 

OJK memandang penilaian Moody’s yang menempatkan Indonesia pada posisi relatif lebih baik dibandingkan negara sekelasnya sebagai cerminan kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan nasional. 

Wanita yang akrab dipanggil Kiki mengatakan OJK akan mendukung penguatan koordinasi nasional untuk menciptakan kebijakan yang lebih selaras dan konsisten. 

Baca Juga: Harga Minyak Melemah pada Jumat (6/2/2026) Pagi, Pasar Cermati Perundingan AS-Iran

“Ke depan, OJK akan secara konsisten menjalankan Program Prioritas 2026 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, serta pendalaman pasar keuangan secara terukur,” katanya. 

Sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), kata Kiki, OJK akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta memperluas dukungan pembiayaan bagi pembangunan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×