kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Modal asing keluar cukup deras, investor bisa memanfaatkan pelemahan saham big caps


Senin, 26 April 2021 / 19:18 WIB
ILUSTRASI. Karyawan memotret layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam tiga bulan terakhir, investor asing melakukan aksi jual bersih di seluruh pasar sebesar Rp 5,81 triliun. Berdasarkan data RTI, bahkan dalam satu minggu terakhir aksi jual bersih ini mencapai Rp 1,04 triliun. 

Analis Philip Sekuritas Anugerah Zamzami Nasr menjelaskan dalam satu pekan terakhir memang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan bursa Asia diliputi sentimen yang kurang baik. 

Pemicunya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jumlah penularan kasus meningkat di semua kawasan kecuali Eropa dengan lonjakan terbesar terjadi di Asia, dipimpin oleh India. 

Kemudian Bank Indonesia (BI) juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di 2021 turun menjadi 4,1%-5,1% dari 4,3%-5,3% dengan alasan pandemi yang berkepanjangan. 

Baca Juga: IHSG diprediksi lanjut melemah pada Selasa (27/4), investor menanti data ekonomi

"Ekspektasi awal tahun kan memang asing kembali ke pasar Indonesia di tahun ini, didukung oleh ekspektasi pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Tetapi pemulihan AS yang lebih cepat dari perkiraan dan kekhawatiran kenaikan kasus di Asia bisa menguatkan dolar dan mendorong outflow dari Indonesia," jelas Zamzami, Senin (26/4). 

Mengenai potensi adanya sell in May, Zamzami mengatakan tren ini memang cukup negatif dalam beberapa tahun ke belakang. Namun bila ditarik panjang dalam 20 tahun-30 tahun, siklus sell in May ini lebih banyak membuat IHSG menghijau. 

Dia juga menjelaskan apabila rilis laporan keuangan kuartal I-2021 lebih bagus dari ekspektasi, kemudian data makro ekonomi juga membaik termasuk pertumbuhan ekonomi di kuartal satu serta sentimen global mendukung, tidak menutup kemungkinan IHSG akan menguat di bulan Mei 2021. 

Lebih lanjut, Zamzami mengatakan saat ini investor domestik bisa memanfaatkan pelemahan saham big caps sebagai kesempatan untuk koleksi. 

Selanjutnya: IHSG diprediksi melemah pada Selasa (26/4), investor menanti sikap dovish The Fed

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×