kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Pendapatan Tumbuh 56%, VKTR Perluas Bisnis Kendaraan Listrik lewat e-MaaS


Kamis, 01 Oktober 2026 / 07:04 WIB
Pendapatan Tumbuh 56%, VKTR Perluas Bisnis Kendaraan Listrik lewat e-MaaS
ILUSTRASI. VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) (Dok/VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR))


Reporter: Rashif Usman | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatat pertumbuhan kinerja pada semester I 2026, ditopang peningkatan penjualan kendaraan listrik komersial dan kontribusi bisnis manufaktur suku cadang.

Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, VKTR membukukan penjualan bersih Rp648 miliar sepanjang Januari-Juni 2026. Angka tersebut meningkat 56% secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan pendapatan juga diikuti perbaikan profitabilitas. Laba usaha VKTR mencapai Rp15 miliar, melonjak 1.782% YoY. Sementara laba bersih tercatat Rp10 miliar atau tumbuh 25% dibandingkan semester I 2025.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh bisnis kendaraan listrik komersial yang terus berkembang, seiring meningkatnya kebutuhan transportasi rendah emisi.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Konsolidasi 6.000–6.200 Kamis (1/10), Simak Saham Pilihan Ini

Segmen manufaktur suku cadang juga memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan di tengah pemulihan industri otomotif nasional.

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk A. Ardiansyah Bakrie mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut menunjukkan permintaan terhadap kendaraan listrik komersial mulai berkembang di berbagai sektor.

"Bagi kami, ini bukan hanya tentang pertumbuhan penjualan, tetapi juga menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik komersial di Indonesia terus berkembang menuju tahap yang lebih matang," kata Ardi dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).

Menurut dia, penggunaan kendaraan listrik komersial kini mulai mencakup berbagai kebutuhan operasional, mulai dari transportasi publik dan logistik hingga perkebunan, industri, dan pertambangan.

 

VKTR Kembangkan Model e-MaaS

Seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik komersial, VKTR juga mulai mengembangkan model Electric Mobility-as-a-Service (e-MaaS).

Model tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas opsi bagi pelaku usaha dalam mengadopsi kendaraan listrik.

Melalui e-MaaS, biaya penggunaan kendaraan dialihkan dari kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (CAPEX) menjadi biaya operasional atau operational expenditure (OPEX).

Dengan skema tersebut, pengguna tidak perlu menanggung kebutuhan investasi awal sebesar pembelian kendaraan secara langsung. Biaya penggunaan kendaraan dapat dibayarkan secara berkala melalui skema sewa.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Teknikal Saham AMMN, INDF, dan BBRI untuk Kamis (1/10)

VKTR menilai pendekatan tersebut dapat memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran bagi operator maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan armada kendaraan listrik.

Selain persoalan pendanaan awal, model tersebut juga dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan armada seiring perkembangan teknologi kendaraan listrik berbasis baterai.

Bagi VKTR, pengembangan e-MaaS juga menjadi upaya untuk memperluas model bisnis perseroan dari penjualan kendaraan listrik komersial menuju penyediaan solusi mobilitas.

"Karena itu, pengembangan e-MaaS menjadi bagian dari strategi VKTR untuk berperan tidak hanya sebagai penyedia kendaraan listrik komersial, tetapi juga sebagai enabler yang membantu pelanggan mengadopsi dan mengoperasikan kendaraan listrik secara lebih efisien," ujar Ardi.

Ke depan, VKTR menyatakan akan memperkuat kapasitas dan portofolio kendaraan listrik komersial sekaligus mengembangkan solusi pendukung untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik di berbagai sektor.

Perseroan melihat kombinasi antara pertumbuhan pasar kendaraan listrik komersial, kapasitas manufaktur lokal, dan pengembangan model bisnis berbasis layanan sebagai ruang pertumbuhan bisnis ke depan.

Baca Juga: Harga Saham Naik 34%, Analis Tetap Rekomendasi Beli Saham Tambang Batubara BUMN Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×