kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

MNC Sky Vision menargetkan pendapatan Rp 2,3 T


Jumat, 15 Juni 2012 / 19:44 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Edy Can


JAKARTA. PT MNC Sky Vision Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,3 triliun pada akhir tahun ini. Angka ini naik 32,34% dibandingkan realisasi di 2011 lalu yang tercatat Rp 1,738 triliun.

MNC Sky Vision juga menargetkan Ebitda sebesar Rp 1 triliun. Direktur Keuangan MNC Sky Vision Efendi Budiman mengungkapkan, pada kuartal satu lalu, anak usaha Grup MNC ini telah mencapai Rp 420 miliar. "Pencapaian kuartal I lalu sudah melebih target kami sebelumnya yang sebesar Rp 410 miliar," katanya, Jumat (15/6).

Asal tahu saja, MNC Sky Vision akan menawarkan maksimal 1,412 miliar saham biasa atas nama atau setara 20% dari modal ditempatkan. Saham yang akan ditawarkan MNC Sky Vision adalah sebanyak 847,666 juta saham biasa (12%), dan dan 565,11 juta saham atas nama Bhakti Investama Tbk atau setara 8%.

Sekitar 70% dana yang didapat dari hasil IPO ini akan digunakan untuk belanja modal sebagai pembelian peralatan penyiaran seperti decoder, antena, kartu tayang dan peralatan penunjang penyiaran. Sedangkan sisanya akan dialokasikan untuk melunasi pinjaman kepada pemegang saham yaitu Global Mediacom dan Bank BRI, serta untuk modal kerja.

MNC Sky Vision menganggarkan belanja modal sebesar Rp 875 miliar. Sepanjang tiga bulan pertama, MNC Sky Vision telah membelanjakan dana sebesar Rp 169 miliar. Menurut Effendi, hampir seluruh dana itu digunakan untuk belanja peralatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×