kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Mitratel dikabarkan bakal mengincar US$ 1 miliar lewat IPO, berikut pendapat analis


Kamis, 15 April 2021 / 07:15 WIB


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Untuk menilai murah atau mahalnya suatu saham menara telekomunikasi, investor dapat menggunakan pendekatan EV/EBITDA. Investor perlu membandingkan rasio EV/EBITDA calon emiten dengan emiten menara lain yang sahamnya sudah tercatat di Indonesia maupun regional Asia Tenggara.

"Jika rasio EV/EBITDA calon emiten tersebut di bawah atau mendekati rata-rata industri, maka valuasi sahamnya bisa dikatakan murah atau wajar sehingga nilai emisinya cukup masuk akal," jelas Yosua. Menurut dia, rata-rata EV/EBITDA industri menara telekomunikasi saat ini adalah sebesar 10 kali-13 kali

Lebih lanjut, menurut Yosua, investor juga harus memantau kinerja manajemen calon emiten tersebut beserta rasio keuangan, terutama rasio utangnya. Investor juga perlu mempelajari prospek usaha perusahaan tersebut ke depannya.

Baca Juga: Kinerja Telkom (TLKM) akan diuntungkan seiring kebutuhan data jaringan 4G yang tinggi

Analis Reliance Sekuritas Anissa Septiwijaya menambahkan, dalam menentukan nilai emisi IPO, perusahaan juga memperhitungkan minat publik pada saham tersebut. Ia menilai, wacana IPO Mitratel sudah bergulir dari beberapa waktu lalu sehingga sudah menarik minat investor.

"Kalau dilihat secara bisnis, Mitratel cukup menarik ya. Apalagi didukung dengan induknya, yakni Telkom yang memang secara fundamental pun cukup baik," ucap Anissa.

Saat ini, Mitratel mengelola lebih dari 16.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Bisnis inti Mitratel terdiri dari pembangunan menara dan pengelolaan layanan menara berupa kolokasi dan reseller.

Baca Juga: Miliki 6.050 menara, Mitratel kian percaya diri di industri telekomunikasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×