kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Minyak WTI dan Brent Turun, Ketidakpastian Pasar Masih Membayangi


Jumat, 10 April 2026 / 16:12 WIB
Minyak WTI dan Brent Turun, Ketidakpastian Pasar Masih Membayangi
ILUSTRASI. Harga minyak anjlok drastis dalam sepekan, investor patut waspada. Proyeksi terbaru menunjukkan harga sulit diprediksi (REUTERS/Edgar Su)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak dunia kompak tertekan dalam sepekan terakhir.

Melansir Trading Economics pukul 15.55 WIB, harga minyak mentah WTI berada di level US$ 100,2 atau menurun 10,8% dalam sepekan. Ada pun minyak Brent menjadi US$ 98,1 atau turun 10,6% seminggu terakhir.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan, pelemahan harga minyak saat ini dipicu oleh sentimen geopolitik, terutama adanya harapan perdamaian dan gencatan senjata sementara selama dua pekan.

Tetapi dicermati, konflik di kawasan Timur Tengah dinilai belum benar-benar mereda. Ia mencontohkan, serangan yang masih berlangsung serta jalur strategis seperti Selat Hormuz yang relatif tetap aman turut memengaruhi dinamika pasar.

Baca Juga: IHSG Menguat 2,07% ke 7.458 pada Jumat (10/4/2026), EMTK, UNTR, BBCA Top Gainers LQ45

“Harapan damai memang ada, tapi masih banyak keraguan. Namun seperti yang diketahui masih banyak yang meragukan komitmen pihak-pihak terkait. Terlebih Israel masih mengebom Lebanon dan Hormuz boleh dibilang masih steril,” ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).

Menurut dia, konsensus pengamat politik memperkirakan konflik ini masih akan berlangsung setidaknya hingga Juni 2026, bahkan berpotensi lebih lama.

Kondisi tersebut membuat harga minyak berpeluang tetap tinggi dalam jangka pendek hingga menengah.

Di sisi lain, pergerakan harga minyak saat ini juga sangat dipengaruhi oleh kebijakan Amerika Serikat, khususnya langkah-langkah yang diambil oleh Presiden Donald Trump.

Namun, Lukman menilai arah kebijakan tersebut cenderung tidak konsisten sehingga sulit diprediksi.

Baca Juga: Harga Emas Turun 8% Sebulan, Peluang Cuan Masih Terbuka?

“Penggerak utama harga minyak saat ini adalah langkah-langkah Trump, namun sangat erratic. Jadi pergerakan minyak menjadi sulit diprediksi,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Lukman menilai aktivitas perdagangan (trading) di komoditas minyak saat ini cenderung spekulatif. Meskipun secara teknikal masih memungkinkan strategi buy on weakness dan sell on strength, praktiknya tidak mudah dilakukan.

Untuk proyeksi ke depan, Lukman memperkirakan harga minyak WTI akan bergerak dalam kisaran US$ 90 - US$ 110 per barel hingga semester I 2026. Sementara itu, harga Brent diperkirakan berada pada rentang yang relatif sama.

“Saat ini tidak ada premium maupun diskon antara WTI dan Brent, sehingga kisarannya kurang lebih sama di US$ 90 - US$ 110,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×