kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Minyak tertekan penguatan dollar pasca risalah Fed


Kamis, 19 Mei 2016 / 06:36 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Harga minyak dunia yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa bulan, turun kembali pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena risalah pertemuan Federal Reserve AS memperkuat dollar dan persediaan minyak AS meningkat.

Harga minyak berada di wilayah positif untuk sebagian besar sesi, sebagian karena gangguan produksi akibat dari kebakaran hutan Kanada, yang telah memburuk lagi selama 48 jam terakhir.

Namun, harga minyak jatuh ke wilayah negatif setelah risalah dari pertemuan kebijakan Fed pada April mempertahankan pintu terbuka untuk menaikkan suku bunga pada Juni. Hal ini mengangkat dolar AS dan menciptakan tekanan pada minyak, yang diperdagangkan dalam mata uang AS.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni berakhir turun 12 sen menjadi US$ 48,19 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak Brent North Sea untuk pengiriman Juli turun 35 sen menjadi menetap pada US$ 48,93 per barel di London.

Data pemerintah AS menunjukkan penurunan lagi dalam produksi minyak Amerika serta konsumsi lebih tinggi pada bensin dan produk olahan lainnya. Namun, data juga menunjukkan persediaan AS naik 1,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 13 Mei.

Di Kanada, harapan pemulihan segera 1,2 juta barel produksi minyak per hari dari wilayah pasir minyak Alberta pupus, ketika 8.000 pekerja diperintahkan keluar pada Senin malam setelah kebakaran menyebar dan kian intensif.

Kobaran api pada Selasa menghancurkan 665 kamar rumah pondokan pekerja minyak di utara Fort McMurray, sementara dua lainnya di lokasi yang sama dengan total 4.000 kamar berada dalam risiko.

Gene McGillian dari Tradition Energy's masih belum memperkirakan produksi Kanada akan berkurang untuk jangka waktu yang sangat panjang. Dorongan ke atas 50 dolar AS per barel juga bisa memicu beberapa operator minyak untuk memulihkan produksi, katanya. Pasar "semakin cukup berbusa," tambah McGillian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×