kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.903   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.053   21,23   0,35%
  • KOMPAS100 781   5,63   0,73%
  • LQ45 599   5,13   0,86%
  • ISSI 211   -0,33   -0,16%
  • IDX30 333   2,93   0,89%
  • IDXHIDIV20 426   3,87   0,92%
  • IDX80 89   0,60   0,68%
  • IDXV30 116   0,61   0,53%
  • IDXQ30 109   1,08   1,00%

Minyak menanjak di atas level US$ 33 per barel


Kamis, 18 Februari 2016 / 20:52 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Harga minyak melanjutkan penguatan di atas US$ 33 per barel didukung oleh penurunan cadangan minyak mentah Amerika Serikat. Mengutip Bloomberg, Kamis (18/2) pukul 19.15 WIB, harga minyak kontrak pengiriman April 2016 di New York Mercantile Exchange menguat 2% ke level US$ 33,64 per barel.

Minyak telah mencatat kenaikan di hari ketiga setelah American Petroleum Institute (API) merilis data cadangan minyak AS yang turun 3,26 juta barel pada pekan lalu.

Wahyu Tri Wibowo, analis PT Central Capital Futures mengatakan, data penurunan cadangan minyak AS hanya memberi sentimen positif dalam jangka pendek. "Dua faktor utama penggerak minyak yakni nilai tukar USD dan pertumbuhan ekonomi masih sulit mengubah tren bearish," paparnya.

Menteri Minyak Iran, Bijan Namdar Zanganeh menyatakan jika pihaknya mendukung langkah - langkah untuk menstabilkan harga minyak, termasuk memangkas output. Namun, selama realisasi belum terlihat, maka potensi tren penguatan harga minyak juga belum ada.

"OPEC belum terlihat melakukan intervensi, keputusan untuk memangkas produksi juga belum disepakati semua anggota," lanjut Wahyu.

Dalam jangka pendek, Wahyu menduga harga minyak masih akan bergerak di sekitar level US$ 25 - US$ 35 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×