Sumber: Bloomberg | Editor: Yudho Winarto
HONG KONG. Minyak kembali menurun ke arah US$ 37 per barel menjelang rilis data mingguan persediaan minyak mentah dan produksi Amerika Serikat. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari turun sebanyak 69 sen menjadi U$ 37,18 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 37,31 pada 08:22 pagi waktu Hong Kong.
Sebelumnya, nilai kontrak minyak naik US$ 1,06 menjadi US$ 37,87 pada Selasa (29/12). Volume semua minyak berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 18 % di bawah rata-rata 100-harinya. Harga telah menurun sebesar 30 % tahun ini.
Minyak berjangka turun sebanyak 1,8 persen di New York, memangkas kenaikan sebesar 2,9 % Selasa (29/12) kemarin. Persediaan mungkin turun 2,5 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Administrasi Informasi Energi Rabu.
Yang masih akan meninggalkan pasokan lebih dari 120 juta barel di atas rata-rata musiman lima tahunnya. Dikatakan bahwa American Petroleum Institute telah melaporkan naiknya persediaan mereka sebesar 2,9 juta barel.
Minyak mentah menuju penurunan tahunan kedua pada tanda-tanda melimpahnya pasokan global akan berkepanjangan setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak secara efektif meninggalkan batas produksi pada pertemuan awal bulan ini.
Minyak jenis Brent, acuan untuk lebih dari setengah minyak dunia, siap untuk mengakhiri tahun 2015 dengan harga rata-rata terendah tahunan dalam 11 tahun terakhir, memberikan dampak pada negara-negara pengekspor energi dan perusahaan-perusahaan energi.
Brent untuk pengiriman Februari naik U$ 1,17, atau 3,2 %, ke US$ 37,79 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange, Selasa. Minyak mentah acuan Eropa mengakhiri sesi dengan diskon dari 8 sen untuk WTI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News