Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan pasar karbon Indonesia melalui integrasi Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) dengan IDXCarbon.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut, integrasi antara registri unit karbon dengan perdagangan karbon menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan pasar karbon Indonesia.
"Ke depan penyempurnaan pada pasar karbon Indonesia juga akan sangat tergantung pada penguatan integrasi antara SRUK sebagai Registri Unit Karbon dan juga IDXCarbon," ujar wanita yang akrab disapa Kiki ini dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Wall Street Mixed, Investor Cermati Ketegangan Timur Tengah dan Rilis Data Ekonomi
Ia membeberkan, integrasi tersebut bakal menghubungkan pasar karbon pada sisi primer dengan pasar sekunder. Dengan demikian, ekosistem perdagangan karbon di Indonesia diharapkan dapat berkembang lebih baik.
Kiki menilai interoperabilitas antara SRUK dan IDXCarbon menjadi penting agar Indonesia dapat semakin maju dalam pengembangan bursa karbon maupun pasar karbon primer di tingkat global. "Ini menghubungkan antara primary market dan secondary market-nya," katanya.
Lebih jauh, Kiki bilang pihaknya melihat sektor jasa keuangan memiliki peran penting dalam mendorong transformasi menuju ekonomi rendah karbon. Peran tersebut bukan cuman sebagai pendukung, tetapi juga sebagai salah satu enabler dalam proses transisi tersebut.
Terkait itu, Kiki menjabarkan bahwa OJK sebelumnya juga telah menjalankan sejumlah inisiatif, antara lain melalui Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia serta penguatan pengelolaan risiko iklim.
Kiki memastikan regulator bakal terus mendorong agar aliran pembiayaan diarahkan kepada sektor dan proyek yang memberikan dampak terhadap penurunan emisi.
Pada saat yang sama, pembiayaan tersebut diharapkan tetap memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
"Jadi sektor jasa keuangan memiliki peran penting bukan hanya sebagai pendukung tapi juga sebagai salah satu enabler dalam mendorong transformasi menuju ekonomi rendah karbon," tukasnya.
Baca Juga: Pengendali Anyar DOOH Ternyata Baru Berdiri, Kuasai 51% Saham & Wajib Tender Offer
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
