kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Meski Sedang Tertekan, Reksadana Pasar Uang dan Pendapatan Masih Menarik


Rabu, 07 Oktober 2026 / 17:48 WIB
Meski Sedang Tertekan, Reksadana Pasar Uang dan Pendapatan Masih Menarik
ILUSTRASI. Kominfo - kontan kilas online (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penurunan aset under management (AUM) dan nilai aktiva bersih (NAB) industri reksadana secara bersamaan dipandang sebagai aksi reallocation of capital ke instrumen yang dinilai menawarkan risk-adjusted return lebih menarik.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AUM industri reksadana tercatat sebesar Rp 620,53 triliun pada September 2026. Nilai tersebut turun 5,79% secara year to date (YtD) dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai Rp 658,69 triliun.

Penurunan AUM tersebut berlangsung di tengah meningkatnya aksi redemption oleh investor. Pada September 2026, net redemption reksadana tercatat sebesar Rp 10,43 triliun secara month to month (mtm). Secara kumulatif sejak awal tahun, net redemption telah mencapai Rp 30,17 triliun.

Baca Juga: BSBK Tebar Dividen Interim Rp 25,09 Miliar, Cek Jadwalnya

Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana tercatat sebesar Rp 637,07 triliun. Angka tersebut menyusut 2,42% secara mtm dan 5,66% secara YtD.

CEO Pinnacle Investment Guntur Putra mengatakan, volatilitas pasar, pergerakan yield, serta ketidakpastian global membuat investor semakin selektif dalam menempatkan dana.

"Secara keseluruhan, kami melihat penurunan AUM dan NAB reksadana merupakan kombinasi antara kondisi pasar dan rebalancing portofolio investor," kata Guntur kepada Kontan, Rabu (7/10/2026).

Ia mencontohkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat berada di kisaran 6.670 pada awal September, sebelum turun ke level 6.000-an pada akhir bulan Oktober. 

Kondisi tersebut membuat sejumlah instrumen lain seperti deposito, Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan emas menjadi alternatif bagi investor.

"Jadi menurut kami, ini bukan semata-mata dana keluar dari reksadana, tetapi lebih kepada reallocation of capital ke instrumen dengan risk-adjusted return yang dianggap lebih menarik," imbuhnya.

Di Pinnacle Investment, total AUM reksadana pada September masih relatif datar. Namun, ia mencatat terdapat peningkatan AUM terutama dari Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) yang berinvestasi pada instrumen global offshore berbasis dolar AS.

Menurut Guntur, kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan investor untuk melakukan diversifikasi secara global, baik dari sisi aset maupun mata uang. 

Tren tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun seiring meningkatnya kesadaran investor terhadap pentingnya diversifikasi global untuk membangun portofolio jangka panjang.

Untuk strategi hingga akhir 2026, Guntur berpandangan reksadana pasar uang dan pendapatan tetap masih menarik dari sisi risk-adjusted basis. 

Sementara itu, volatilitas pasar juga dapat membuka peluang akumulasi saham yang memiliki fundamental dan valuasi menarik.

Bagi investor ritel, ia menyarankan pendekatan barbell strategy, yakni mempertahankan porsi pada pasar uang dan fixed income untuk memperoleh carry dan likuiditas, sembari melakukan akumulasi saham secara bertahap atau dollar cost averaging (DCA).

"Investor tidak perlu terlalu fokus menebak market bottom. Disiplin investasi dan konsistensi justru lebih penting daripada mencoba melakukan market timing," pungkas Guntur.

Baca Juga: PLIN Tebar Dividen Interim Rp 268,71 Miliar, Cek Jadwal dan Besarannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×