kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Meski Menguat, Harga Minyak Masih Rentan Terkoreksi pada Tahun 2023


Kamis, 13 April 2023 / 15:12 WIB
Meski Menguat, Harga Minyak Masih Rentan Terkoreksi pada Tahun 2023
ILUSTRASI. Meski Menguat, Harga Minyak Masih Rentan Terkoreksi pada Tahun 2023


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Secara historis, harga minyak pernah turun saat krisis yang terjadi di AS pada tahun 2008 – 2009, sehingga hal itu membuat negara produsen minyak utama khawatir.

Hal itu membuat OPEC+ memangkas produksi minyak sampai 3,66 juta barel per hari (bph). “Namun, pemangkasan produksi itu dampaknya tak akan terlalu signifikan dalam membalikkan harga kembali bullish, karena ekonomi AS masih melemah dan terancam resesi,” tuturnya.

Wahyu memprediksi, kebijakan OPEC+ bisa mempertahankan harga minyak di level US$ 70 sampai US$ 90 per barel di tahun 2023.

Jika harga minyak mampu menyentuh US$ 90 per barel dan diimbangi dengan penurunan suku bunga The Fed, harga bisa mencapai di atas US$ 100 per barel.

Baca Juga: Di Atas Harga Batas Pembelian, Jepang Beli Minyak Rusia US$ 70 Per Barel

“Sementara, jika terjadi resesi yang menekan permintaan, harga minyak bisa tertekan di bawah US$ 70 per barel, yaitu di level US$ 40 – US$ 60 per barel,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×