kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Meski Menguat, Harga Minyak Masih Rentan Terkoreksi pada Tahun 2023


Kamis, 13 April 2023 / 15:12 WIB
ILUSTRASI. Meski Menguat, Harga Minyak Masih Rentan Terkoreksi pada Tahun 2023


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Secara historis, harga minyak pernah turun saat krisis yang terjadi di AS pada tahun 2008 – 2009, sehingga hal itu membuat negara produsen minyak utama khawatir.

Hal itu membuat OPEC+ memangkas produksi minyak sampai 3,66 juta barel per hari (bph). “Namun, pemangkasan produksi itu dampaknya tak akan terlalu signifikan dalam membalikkan harga kembali bullish, karena ekonomi AS masih melemah dan terancam resesi,” tuturnya.

Wahyu memprediksi, kebijakan OPEC+ bisa mempertahankan harga minyak di level US$ 70 sampai US$ 90 per barel di tahun 2023.

Jika harga minyak mampu menyentuh US$ 90 per barel dan diimbangi dengan penurunan suku bunga The Fed, harga bisa mencapai di atas US$ 100 per barel.

Baca Juga: Di Atas Harga Batas Pembelian, Jepang Beli Minyak Rusia US$ 70 Per Barel

“Sementara, jika terjadi resesi yang menekan permintaan, harga minyak bisa tertekan di bawah US$ 70 per barel, yaitu di level US$ 40 – US$ 60 per barel,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×