kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Meski ada sentimen The Fed, rupiah berpeluang tertekan oleh sentimen domestik


Kamis, 02 Mei 2019 / 20:55 WIB


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan masih akan sideways dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (3/5) ini. Menariknya, potensi pelemahan besok justru datang dari dominasi sentimen domestik.

Berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah Kamis (2/5) melemah 0,21% ke level Rp 14.245 per dollar AS. Sedangkan berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat tipis 0,04% ke level Rp 14.252 per dollar AS pada penutupan perdagangan Kamis (2/5).

Ekonom Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, pernyataan dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) sudah diantisipasi pasar sejak lama. Untuk itu, dampaknya terhadap nilai tukar rupiah juga tidak terlalu signifikan.

"Justru, kebutuhan akan dollar AS saat ini cukup banyak, salah satunya untuk pembayaran dividen. Sehingga potensi pelemahan cenderung datang dari permintaan dollar AS yang meningkat," kata Reny kepada Kontan.co.id, Kamis (2/5).

Dia menjelaskan, pernyataan yang dikeluarkan Gubernur The Fed Jerome Powell untuk menahan suku bunga acuannya, bukan lagi kejutan di pasar keuangan. Apalagi, pasar juga menyadari bahwa data ekonomi Amerika Serikat (AS) cenderung membaik.

"Kelihatannya, tekanan (terhadap rupiah) masih akan berlangsung sampai seminggu ke depan. Untuk besok masih akan sideways atau melemah terbatas, dengan perkiraan support Rp 14.200 per dollar AS dan resistance Rp 14.270 per dollar AS," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×