kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

MERK: Kami terus berkoordinasi dengan BEI


Senin, 17 Desember 2018 / 19:42 WIB
ILUSTRASI. Dr. Martin Feulner dan jajaran direksi PT Merck Tbk usai paparanpublik MERK


Reporter: Yoliawan H | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merck Tbk (MERK) akan buka suara terkait aksi revisi nilai dividen yang telah dilakukan pada beberapa waktu lalu. Untuk diketahui, sedianya, MERK berencana membagikan dividen Rp 3.260 per saham atau sebesar total Rp 1,46 triliun sebelum merevisinya menjadi Rp 2.565 per saham atau Rp 1,14 triliun.

Melisa Sandrianti, Head of Corporate Communications MERK mengatakan, pihaknya memang tengah berkomunikasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait hal tersebut. “Kami masih terus berkoordinasi dengan bursa dan akan terus mengikuti arahan bursa untuk melakukan public expose,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (17/12).

Tapi, dia enggan memberikan penjelasan terkait perubahan nilai dividen yang dilakukan oleh MERK. Menurutnya, semua akan dijelaskan pada saat paparan publik.

Adapun, pihaknya telah menyampaikan laporan keuangan per November 2018 sebagai respons pascarevisi dividen. Berdasarkan laporan keuangan MERK per Novermber 2018 pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/12), laba MERK naik signifikan menjadi Rp 1,20 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 181,12 miliar. Naiknya laba tersebut karena adanya penjualan aset tetap sebesar Rp 1,45 triliun.

Padahal, pada laporan keuangan kuartal III 2018, laba bersih MERK tergerus 8%, dari Rp 150 miliar di sembilan bulan pertama tahun 2017 menjadi Rp 138 miliar di periode yang sama tahun 2018. Hal tersebut salah satunya terjadi karena kenaikan beban penjualan 5,5% dari Rp 218 miliar di kuartal tiga tahun lalu menjadi Rp 230 miliar hingga kuartal ketiga tahun 2018 ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×