kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Menutup pekan, Wall Street ijo royo-royo lagi


Sabtu, 12 Mei 2018 / 04:33 WIB
Menutup pekan, Wall Street ijo royo-royo lagi
Para trader sedang bekerja di New York Stcok Exchange (NYSE), 11 Mei 2018.


Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks S&P 500 di Bursa Saham New York (NYSE) naik pada hari Jumat (11/5) terdorong oleh saham-saham kesehatan. Presiden Donald Trump mengecam harga obat yang tinggi, meski menghindari mengambil langkah-langkah agresif untuk memotongnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,37% sebelum berakhir di 24.831,17 poin. Indeks S&P 500 naik 0,17% menuju 2.727,72; level penutupan tertinggi sejak pertengahan Maret. Adapun Nasdaq Composite tergelincir 0,03% ke 7.402,88.

Selama sepekan ini Dow Jones naik 2,3%. Indeks S&P 500 bertambah 2,4%. Nasdaq juga naik 2,7%

Sepanjang Jumat, indeks Dow bergerak di atas rata-rata pergerakan 100 hari untuk pertama kalinya sejak 18 April 2018 lalu. S&P 500 sudah bergerak serupa sehari sebelumnya. Beberapa trader percaya bahwa perkembangan tersebut menunjukkan pasar cenderung bergerak lebih tinggi.

Volume perdagangan di bursa AS Jumat mencapai 5,8 miliar saham, masih di bawah rata-rata 6,6 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.

Di tengah peningkatan ekspektasi investor terhadap kinerja perusahaan yang berbarengan dengan penurunan harga saham sejak Januari indeks, S&P 500 sekarang diperdagangkan pada tingkat rasio harga terhadap laba (PER) 16 kali.

Ini merupakan salah satu tingkat PER paling rendah dalam dua tahun terakhir, menurut Thomson Reuters Datastream.

"Kita memiliki fundamental yang sangat kuat dari perspektif pendapatan dan valuasi yang terlihat sedikit lebih masuk akal daripada akhir tahun lalu," kata Bill Northey, wakil presiden senior di US Wealth Management AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×