kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.824   -3,00   -0,02%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Menjelang sore, mata uang rupiah masih loyo


Selasa, 17 Juli 2012 / 15:59 WIB
Menjelang sore, mata uang rupiah masih loyo
ILUSTRASI. Kemenperin menargetkan sektor industri logam dasar dapat tumbuh sebesar 3,54% pada tahun 2021.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menjelang sore (17/7), posisi rupiah masih melemah terhadap mata uang dollar AS. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 15.31, rupiah melemah 0,2% menjadi 9.467 per dollar AS. Sedangkan tingkat volatilitas rupiah dalam sebulan tetap tak berubah di posisi 8,25%.

Pelemahan rupiah yang sudah terjadi dalam dua hari terakhir seiring kecemasan investor mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan stagnan akibat penurunan tingkat ekspor.

Seperti yang diketahui, pada 13 Juli lalu, Managing Director Bank DUnia Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa Indonesia memiliki risiko perlambatan ekspor seiring penurunan harga komoditas. Apalagi, data yang dirilis pemerintah juga menunjukkan, tingkat penjualan ke luar negeri pada Mei lalu mencatatkan penurunan terbesar sejak September 2009 lalu.

"Rupiah masih akan tertekan. Bank Indonesia juga sudah memangkas tingkat pertumbuhan Indonesia. Dalam jangka pendek, tingkat ekspor akan menurun seiring lemahnya permintaan dan jatuhnya harga komoditas," jelas Praktiri Sofat, regional economist Barclays Plc di Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×