kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Menjelang sore, mata uang rupiah masih loyo


Selasa, 17 Juli 2012 / 15:59 WIB
Menjelang sore, mata uang rupiah masih loyo
ILUSTRASI. Kemenperin menargetkan sektor industri logam dasar dapat tumbuh sebesar 3,54% pada tahun 2021.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menjelang sore (17/7), posisi rupiah masih melemah terhadap mata uang dollar AS. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 15.31, rupiah melemah 0,2% menjadi 9.467 per dollar AS. Sedangkan tingkat volatilitas rupiah dalam sebulan tetap tak berubah di posisi 8,25%.

Pelemahan rupiah yang sudah terjadi dalam dua hari terakhir seiring kecemasan investor mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan stagnan akibat penurunan tingkat ekspor.

Seperti yang diketahui, pada 13 Juli lalu, Managing Director Bank DUnia Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa Indonesia memiliki risiko perlambatan ekspor seiring penurunan harga komoditas. Apalagi, data yang dirilis pemerintah juga menunjukkan, tingkat penjualan ke luar negeri pada Mei lalu mencatatkan penurunan terbesar sejak September 2009 lalu.

"Rupiah masih akan tertekan. Bank Indonesia juga sudah memangkas tingkat pertumbuhan Indonesia. Dalam jangka pendek, tingkat ekspor akan menurun seiring lemahnya permintaan dan jatuhnya harga komoditas," jelas Praktiri Sofat, regional economist Barclays Plc di Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×