kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,80   4,80   0.64%
  • EMAS1.014.000 0,80%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Menjelang RUPST, saham Gudang Garam (GGRM) direkomendasikan beli


Kamis, 13 Agustus 2020 / 22:34 WIB
Menjelang RUPST, saham Gudang Garam (GGRM) direkomendasikan beli
ILUSTRASI. Gudang Garam (GGRM) memperoleh pendapatan sebesar Rp 53,65 triliun di semester I, naik 1,7% secara tahunan.

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berhasil membukukan kenaikan pendapatan pada paruh pertama tahun ini. Tercatat, GGRM memperoleh pendapatan sebesar Rp 53,65 triliun atau naik 1,7% dibanding semester I-2019 yang hanya sebesar Rp 52,74%.

Kenaikan pendapatan GGRM karena penjualan produk sigaret kretek mesin (SKM) di pasar lokal yang naik 1,26% secara year on year (yoy) menjadi Rp 48,18 triliun. Selain itu, sigaret kretek tangan (SKT) juga naik 11% secara yoy menjadi Rp 4,22 triliun. Kedua produk tersebut masing-masing berkontribusi sebesar 89,8% dan 7,86% terhadap total penjualan GGRM. 

Tapi laba bersih GGRM justru melorot 10,75%. Pada semester I-2019, GGRM mengantongi laba bersih Rp 4,28%, sementara pada semester I-2020 hanya sebesar Rp 3,82 triliun.

Baca Juga: Valuasi menarik, saham Gudang Garam (GGRM) direkomendasikan beli

Analis Sinarmas Sekuritas Andrianto Saputra dalam risetnya pada 3 Agustus 2020 menuliskan perolehan pendapatan GGRM sudah memenuhi 48,4% dari proyeksi Sinarmas. Sedangkan untuk laba bersih sudah memenuhi 44,7% dari target. Andranto menyebut kinerja GGRM yang turun imbas dari implementasi kebijakan cukai rokok dan melemahnya daya beli masyarakat.

Sementara Analis Kresna Sekuritas Robertus Hardy mengatakan pendapatan GGRM sudah memenuhi 48% dari proyeksinya. Sedangkan dari segi laba bersih sudah memenuhi 47,9% dari targetnya.

"Penjualan GGRM pada kuartal II-2020 turun 3,2% secara kuartalan dari Rp 27,2 trilun menjadi Rp 26,39 triliun. Hal ini tidak terlepas dari pandemi virus corona dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mendisrupsi produk tembakau dan juga saluran distribusi modern trade," ujar Robertus kepada Kontan.co.id, Kamis (13/8).

Baca Juga: Melihat perbandingan kinerja GGRM dan HMSP di semester I 2020, ini rekomendasi analis

Robertus menilai, tanpa adanya pandemi pun, secara sektoral emiten rokok sebenarnya relatif tertekan akibat kenaikan Harga Jual Eceran (HJE). Sehingga wajar jika akhirnya volume penjualan rokok GGRM pun turun. Bahkan, Robertus memperkirakan tren ini masih akan berlangsung pada paruh kedua tahun ini.

Lebih lanjut, Robertus menilai, dengan fundamental sektoral rokok yang kurang baik, ditambah ancaman melemahnya daya beli masyarakat akan masih menjadi sentimen yang berpotensi membuat pendapatan dan laba bersih GGRM sepanjang tahun ini masih akan lebih rendah dari tahun lalu

"Namun, sisi positif dari GGRM adalah perseroan berencana mengadakan RUPS  di akhir bulan ini, di mana rasio dividend yield yang akan diumumkan diperkirakan dapat mencapai 5%-6% dari harga sekarang," lanjut Robertus.

Robertus memproyeksikan GGRM bisa mengantongi pendapatan Rp 111,75 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 7,96 triliun. Robertus pun merekomendasikan untuk beli saham GGRM dengan target harga Rp 57.800 per saham.

Baca Juga: Laba bersih Gudang Garam (GGRM) turun 10,75% pada semester I-2020, ini penyebabnya

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×